Ini Jadi Sorotan dalam Perayaan Natal di Gereja Santo Paulus Kulibul
"Ini adalah bentuk kekhawatiran kami. Dan harus ada pendampingan terhadap hal tersebut," jelasnya.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 400-an jemaat di Gereja Katholik Kulibul memasuki pelataran gereja di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.
Mereka menggunakan pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia.
Antara lain, pakaian adat Bali, Jawa dan Flores.
Dalam perayaan Natal itu, Ketua Gereja Santo Paulus Kulibul, Jalan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, Nyoman Purnawan menyatakan, tema yang diambil ialah bagaiaman sikap orangtua menghadapi teknologi untuk mendidik anak-anaknya.
"Sekarang banyak sekali informasi yang beredar di internet. Dan ini sikap kami untuk mendidik anak-anak," katanya, Jumat (25/12/2015).
Teknologi, katanya, cukup deras membanjiri kehidupan masyarakat saat ini. Karena itu, untuk ke depannya jemaat diminta untuk lebih waspada dan mendampingi anak-anaknya saat mengakses teknologi, baik Internet dan lain sebagainya.
"Ini adalah bentuk kekhawatiran kami. Dan harus ada pendampingan terhadap hal tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, jemaat gereja saban tahun dalam Natal selalu mengenakan pakaian adat setiap daerah untuk merayakan Natal.
Pakaian ini untuk melihat setiap latar belakang bisa untuk menjaga kedamaian di Indonesia.
Setelah melakukan pujian dan doa di gereja, seluruh jemaat kemudian melakukan tabur bunga di areal makan Katholik di kawasan Tibubeneng. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/natal-kuta-4_20151225_142516.jpg)