Ini Kata Teneng Terkait Penurunan Seluruh Baliho Ormas di Bali
Penurunan itu tidak ada hubungannya dengan baliho beberapa ormas yang menyatakan sikap menolak Reklamasi Teluk Benoa
Laporan Wartawan Tribun Bali, A.A. Gde Putu Wahyura
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkait Surat Edaran dari Gubernur Bali, tentang penurunan baliho ataupun spanduk ormas di Bali, Plt Karo Humas Provinsi Bali, I Ketut Teneng, langsung bereaksi.
Menurutnya, penurunan itu tidak ada hubungannya dengan baliho beberapa ormas yang menyatakan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa, Senin (28/12/2015).
“Tidak ada urusannya dengan itu (Reklamasi Teluk Benoa). Ini murni karena bentrok kemarin, agar tidak menjadi rame. Murni untuk menjaga kedamaian Bali,” ujar Teneng ketika ditemui di Kesbangpollinmas Provinsi Bali, Denpasar.
Ia juga mengatakan penurunan baliho dan spanduk ini berlaku untuk semua, baik juga ucapan Natal dan Tahun Baru.
“Semua baliho itu diturunkan tanpa terkecuali. Baik ucapan Natal, dan Tahun Baru semuanya diturunkan. Agar semua tidak mengundang, nanti supaya tidak berbalas pantun,“ ujarnya.
Ia juga mengatakan, bentrokan ormas ini pasti akan berdampak pada pariwisata, khususnya terhadap perasaan dan kenyamanan wisatawan untuk mengunjungi Bali.
“Jangankan ngomong pariwisata. Kita aja ngeri, apalagi teman di pariwisata. Karena pariwisata ingin kedamaian, keamanan, kebersihan, semua ingin begitu,” tegasnya.
Terkait surat edaran tersebut, belum ada sanksi yang ditetapkan jika ormas maupun Kabupaten/Kota tidak menurunkan baliho ormas tersebut.
“Ini tidak ada sanksi, juga rentan waktu tidak ada. Jadi kesadaran dari mereka masing-masing, kalau memang dari ormas tidak mau menurunkan, maka pemerintah Kabupaten/Kota harus merespon baliho dan spanduk di daerahnya masing-masing,” tegasnya. (*)