Peredaran Inex di Bali Menggila, Tersangka Perempuan Makin Banyak
Sampai menjelang akhir tahun 2015 ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mencatat peredaran pil inex ini melonjak 457 persen dari 2014
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peredaran narkotika, khususnya inex atau ekstasi di Bali mengalami peningkatan yang tajam.
Sampai menjelang akhir tahun 2015 ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mencatat peredaran pil inex ini melonjak 457 persen dari tahun 2014.
(Wanita Pengedar Sabu-sabu dan Inex Ditangkap di Rumahnya di Abiansemal)
Barang bukti ekstasi yang disita BNNP Bali hingga jelang akhir tahun 2015 ini mencapai mencapai 4.309 butir dan 174,32 gram, sementara pada tahun 2014 sebanyak 774 butir dan 142,81 gram.
Barang bukti ekstasi ini baik berbentuk pil maupun serbuk.
“Dari 33 provinsi di Indonesia, Bali menduduki peringkat 8 peredaran narkotika. Bali masih tetap menjadi daya tarik bandar dan pengedar narkoba. Ini harus kita tanggulangi lebih gesit lagi melalui penyuluhan dan penyadaran atau upaya paksa,” ujar Kepala BNN Bali Putu G Suastawa, Senin (28/12/2015).
Ia katakan, secara keseluruhan kasus narkotika di Bali naik 22,57 persen, yakni 937 kasus dari tahun sebelumnya 792 kasus.
“Sedangkan penyelesaian kasusnya meningkat 24,62 persen, dari 727 kasus menjadi 909 kasus di tahun 2015 ini," katanya.
Yang lebih mengejutkan pula, adalah tersangka kasus narkotika yang berhasil dijaring aparat.
Untuk tahun ini, jumlah tersangka perempuan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 81 orang, tetapi pada jelang akhir tahun 2015 ini sebanyak 129 orang.
"Kalau secara keseluruhan jumlah tersangka tahun ini sebanyak 1.004 orang. Jumlah ini meningkat 28,33 persen,” ujar Suastawa.
Lebih lanjut dia mengatakan, Kota Denpasar menduduki peringkat pertama untuk ranking kerawanan narkotika ini.
Kemudian disusul Gianyar dan Badung.
Namun dia mengingatkan, bahwa pengungkapan kasus narkotika berbeda dengan kasus pencurian. Karena untuk narkoba dibutuhkan keaktivan aparat.
"Justru ini adalah tingkat keberhasilan aparat menangkap pengedar atau pengguna narkotika," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-inex_20151229_113818.jpg)