Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Meningkat, Melarikan Anak Gadis Menurun

Kasus kekerasan terhadap anak selama 2015 mencapai delapan kasus. Meningkat 166 persen dari tahun lalu yang hanya tiga kasus.

Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Meningkat, Melarikan Anak Gadis Menurun
Istimewa
Ilustrasi Pencabulan anak di bawah umur

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus kekerasan terhadap anak selama 2015 mencapai delapan kasus. Meningkat 166 persen dari tahun lalu yang hanya tiga kasus.

Sedangkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun ini sebanyak 39 kasus.

Meningkat empat kasus dari tahun lalu yang sebanyak 35 kasus.

Sementara kasus persetubuhan anak tahun ini ada tujuh kasus.

Satu kasus lebih tinggi daripada tahun lalu yang jumlahnya enam kasus.

Selain itu, kasus pencabulan terhadap anak pada tahun ini ada empat kasus.

Menurun dibandingkan tahun lalu sebanyak empat kasus.

Kasus melarikan anak gadis pada tahun ini ada tiga kasus.

Menurun lima kasus dibandingkan tahun lalu sebanyak delapan kasus.

Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi Badjuri mengatakan, berdasarkan pernyataan dari Komisi Perlindungan Anak (KPA), kasus kekerasan terhadap anak masuk dalam kategori yang mengkhawatirkan.

“Termasuk di Buleleng. Ini dibuktikan dengan kenaikan kasus yang mencapai 200 persen dari tahun lalu,” katanya, Rabu (30/12/2015).

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak menurutnya karena lemahnya pengawasan dan perlindungan dari orang-orang di sekitar anak-anak.

Ia berharap peran serta semua pihak untuk menekan angka kasus kekerasa terhadap anak.

“Kami berpesan kalau soal anak juga tanggung jawab orangtua, sekolah dan lingkungan, anak adalah masa depan kita, kalau generasi muda sudah hancur bagaimana ke depannya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved