Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Masyarakat Desa Suwat Songsong Tahun Baru dengan ‘Siat Yeh’

Empat kali siraman, beralih lagi ke anak muda lainnya. Air terbang melintang. Mengguyur catus pata Desa Pekraman Suwat.

Penulis: I Putu Darmendra | Editor: gunawan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ratusan pemuda dari empat banjar saling lempar air dalam tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016)? 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Suara genta Jero Mangku Puseh nyaring berbunyi memimpin persembahyangan bersama di Pura Melanting, Desa Pekraman Suwat, Jumat (1/1/2016).

Panca sembah krama desa menjadi awal dimulainya Siat Yeh (perang air).

Cenik, bajang, kelih, tua ketog semprong turut serta.

Dalam persembahyangan tersebut, krama memohon keselamatan agar acara berjalan dengan lancar.


Persiapan sebelum tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016).(Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

"Siat Yeh jagi pacang kemargiang," begitu Bendesa Pekraman Suwat, Wayan Sukemerta memberikan arahan lewat pengeras suara.

Setelahnya, ratusan krama yang didominasi pemuda itu berkumpul di catus pata (perempatan) Desa Pekraman Suwat. Yang pria bertelanjang dada.


Persiapan sebelum tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016).(Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Empat penjuru arah mata angin dari barat, timur, utara dan selatan dikuasai. Puluhan ember bercampur bunga berwarna-warni penuh terisi air. Masing-masing peserta memegang gayung.


Ember berisi air dan bunga untuk tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016).(Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Tepat pukul 15.00 Wita, klian dinas dan adat mengawali prosesi. Mereka menyiram kepala satu sama lain.

Ini menjadi petanda, perangpun sudah dimulai. Empat kali air dilempar. Itu sebagai simbol Nyatur Desa. Para klian saling serang.

Setelahnya, puluhan anak-anak kecil melanjutkan. Mereka juga saling serang.

Empat kali siraman, beralih lagi ke anak muda lainnya. Air terbang melintang. Mengguyur catus pata Desa Pekraman Suwat.

Baleganjur bertalu. Semangat krama kian menggebu. Kegembiraan dan kebersamaan terlihat jelas dari wajah masyarakat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved