Gunung Bromo Meletus, Mengapa Warga Tengger Justru Bersyukur?
Pada Minggu (10/1/2016), Gunung Bromo mengeluarkan 11 kali letusan disertai gempa vulkanik yang getaran amplitudo jarum seismografnya mencapai 42 mili
"Berdasarkan pantauan hari ini dari pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, aktivitas Sinabung masih tinggi dengan letusan mencapai 2.000 meter dari puncak," kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi PVMBG, I Gede Suantika, Minggu (10/1/2016).
Menurutnya, erupsi tersebut menyebabkan asap tebal serta guguran lava berkisar 500-1.000 meter ke arah Tenggara-Timur.
Selain itu, luncuran awan panas juga tercatat semakin jauh hingga lima kilometer dari puncak.
"Luncuran awan panas sejauh lima kilometer dari puncak. Ada sekitar 13 kali guguran tebal. Jadi kesimpulannya, status Sinabung masih Awas. Kita akan terus awasi apakah ada pertumbuhan kubah lava. Tetapi, diprediksi dalam sebulan ini aktivitas Sinabung masih akan tinggi," jelasnya.
Status Gunung Sinabung masih awas atau berada di level IV.
Warga yang masih bertahan di kamp pengungsian berjumlah 9.319 jiwa dengan 2.590 kepala keluarga.
Para pengungsi ditempatkan di sembilan titik posko terpisah. (surya/met)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/letusan-gunung-bromo_20160111_093711.jpg)