Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini 10 Sungai di Bali yang Jadi Sumber Air Baku

Bendungan yang terletak di Kabupaten Badung, Bangli dan Gianyar ini nantinya dapat menghasilkan air baku sebanyak 1.750 liter/detik.

Tayang:
Editor: Kander Turnip
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyalami peserta acara pemaparan program Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, di Denpasar, Bali, Selasa (12/1/2016). 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR I Ketut Jayanda ST mengatakan, di Pulau Bali terdapat sekitar 1.700 mata air yang harus dilestarikan dan ditata sehingga membawa rmanfaat maksimal bagi masyarakat.

Di Bali juga terdapat 10 sungai yang dapat dijadikan sumber air baku yaitu sungai Penet, Petanu, Ayung, Badung, Unda, Telaga Waja, Balian, Yeh Empas, Oos serta Sungai Melangit.

Hal itu dikatakan Ketut Jayanda dalam paparan laporan pelaksanaan program/kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali sampai dengan Triwulan IV Tahun 2015 kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang rapat Gubernur, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (12/1/2016).

Kedepannya dalam upaya peningkatan penyediaan air, Jayanda menyampaikan tentang rencana pembangunan Bendungan Sidan.

Bendungan dengan luasan lahan sekitar 50 ha ini terletak di tiga kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Badung, Bangli dan Gianyar ini nantinya dapat menghasilkan air baku sebanyak 1.750 liter/detik serta energi listrik sebesar 1,11 MW.

(Gubernur Bali: Air Barang Mahal, Jangan Difoya-foyakan)

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pastika meminta agar perencanaan semakin dimantapkan termasuk didalamnya pengurusan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) agar segera diselesaikan mengingat bendungan ini nantinya dapat menghasilkan debit air yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi sumber pendapatan pula.

Selain memaparkan tentang sumber air baku, dalam pertemuan ini Jayanda juga menyampaikan tentang kondisi daripada danau- danau yang ada di Provinsi Bali diantaranya Danau Batur, Danau Beratan, Danau Buyan serta Danau Tamblingan dimana diantara semua danau tersebut kondisi Danau Buyan yang paling menghawatirkan.

Sumber masalah dari Danau Buyan berasal dari sampah domestik, sisa aktivitas perikanan, sedimentasi, pendangkalan dasar danau serta gulma enceng gondok.

Menanggapai hal tersebut, Gubernur Pastika menginstruksikan agar kondisi danau segera ditangani.

Pemberantasan enceng gondok bisa disinergikan dengan Dinas Pertanian.

“Saya dengar dinas pertanian sudah bisa membuat pupuk organik dari enceng gondok,“ ujarnya.

Untuk itu segera bangun sinergi dengan SKPD terkait untuk penaganan kondisi Danau Buyan agar dapat tersolusikan dengan segera.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejaheraan Ketut Wija, Kepala Bapeda Putu Astawa, Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Nengah Laba, juga disampaikan paparan laporan kegiatan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved