Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pertama Se-Bali, Kompetisi Barong Buntut Jadi Terobosan Baru

Sebanyak 20 anak-anak sebagai peserta Barong Buntut dan 35 orang yang menampilkan Barong Ket.

Tayang:
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Festival Barong 2016 di Gedung Ksinarnawa Art Center, Jumat (22/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 10 bocah SD dari berbagai daerah di Bali secara bergantian menunjukkan kebolehannya di panggung Ksinarnawa Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (22/1/2016).

Diiringi oleh rekan pemain kendang cilik, mereka tampil membawakan Tari Barong Buntut dalam rangka Bali Barong Festival.

Pada festival ini juga menampilkan Barong Ket untuk kalangan pemuda dan dewasa.

Ketua Panitia Bali Barong Festival, Kulit Mariata mengatakan, ini menjadi kali pertama di Bali menggelar festival untuk kategori Barong Buntut.

“Kalau untuk Barong Buntut, ini menjadi kali pertama, menjadi satu terobosan baru. Tujuannya untuk melestarikan tarian ini dari usia anak-anak,” ujar Kulit.

Saat pembukaan festival kemarin, tampil dua bocah cilik, yakni Komang Nanda, kelas 3 SD sebagai penari barong dan Agus, kelas 1 SD sebagai penabuh kendang.

Kulit menambahkan, ini menjadi satu penampilan yang jarang sekali dalam sejarah Tari Barong Buntut yang dimainkan oleh anak-anak sekecil itu.

“Jarang sekali yang tampil anak-anak seusia ini. Dan anak penabuh kendang ini masih kelas 1 SD, dia, kata ayahnya memang belajar otodidak dan sering menonton di youtube,” ujar Kulit.

Menjadi satu di antara 9 tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO, menjadi satu kewajiban baik masyarakat maupun penggiat seni untuk melestarikan tarian tersebut.

Bahkan tak hanya untuk Tari Barong saja, namun diharapkan ke depannya juga ada tari-tarian lain yang dikemas dalam bentuk festival dan melibatkan generasi-generasi muda.

“Festival seperti ini kan juga untuk regenerasi, agar tarian ini bisa tetap dilestarikan apalagi barong juga sebagai simbol yang kuat mencerminkan Bali. Yang diharapkan bukan hanya Barong saja, tapi tari-tarian lainnya,” tambahnya.

Untuk total, ada 55 peserta yang berkompetisi dalam Festival ini.

Sebanyak 20 anak-anak sebagai peserta Barong Buntut dan 35 orang yang menampilkan Barong Ket.

Berlangsung selama 2 hari, festival ini akan berlangsung hingga Sabtu (23/1/2016).

Tak hanya kompetisi Barong Ket dan Barong Buntut dalam festival yang digelar oleh Pregina Art & Showbiz Bali bekerja sama dengan Sekaa Kubu Barong ini juga menghadirkan pameran.

Ini juga merupakan satu kolaborasi pertama, di mana tak hanya menampilkan seni tari saja, namun juga menampilkan kategori seni yang lain namun tetap bertema barong.

“Selain ada kompetisi barong yang menampilkan seni tari dan musik tradisional. Ada juga pameran, berupa kartun, lukisan dan foto dengan tema barong,” ujar Bagus Mantra dari Pregina Art & Showbiz Bali.

Senada dengan Gus Mantra, Kulit juga menambahkan ini merupakan satu paket.

Tak hanya bicara tentang seni tarinya saja, tapi secara keseluruhan dari berbagai seni yang lain jika membicarakan kesenian Barong itu sendiri.

“Ini menjadi satu kesinambungan. Dari seni tari, seni tabuh, seni lukis, seni pahat dari barong-barong ini, fotografi dan kartun. Dikemas jadi satu,” ujar Kulit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved