Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tip Sehat untuk Anda

Mungkinkah Teknologi ‘Iron Man Bali’ Menggerakkan Lengan Lumpuh?

Akan tetapi, menurut Fritz, seseorang perlu banyak berlatih untuk bisa mengaktifkan gelombang Mu.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
I Wayan Sumardana (31) alias Sutawan, pria asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, sedang mengenakan tangan robot untuk membantunya bekerja sehari-hari sebagai tukang las, Jumat (22/1/2016) . 

TRIBUN-BALI.COM - I Wayan Sumardana alias Wayan Sitawan dijuluki Iron Man dari Bali karena mengenakan tangan robot yang dibuatnya sendiri.

Pria yang akrab disapa Tawan itu mengaku bisa menggerakan lengannya yang lumpuh karena stroke berkat bantuan tangan robot.

(Iron Man Bali Bersiap Rancang Robot Lebih Simple, Sensor Tak di Kepala)

Pengakuan Tawan itu sontak membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara kerja tangan robot yang hanya terbuat dari barang bekas itu.

Ada yang menyatakan kagum, ada pula yang menuding Tawan berbohong.

Lantas, mungkinkah teknologi yang digunakan Tawan mampu menggerakan lengan yang lumpuh?

Seorang ahli saraf dan juga ahli saraf intervensi, Dr. Fritz Sumantri Usman Sr, SpS, FINS mengungkapkan, secara teori, Tawan mungkin saja mampu membangkitkan gelombang Mu di otaknya.

Mu merupakan gelombang yang berkaitan dengan aktivitas motorik atau gerak.

"Jika gelombang Mu itu dikumpulkan, diperbesar, gelombang itu bisa digunakan sebagai pusat tenaga. Setelah diolah sirkuit elektronik tertentu, alat itu menstimulus otot-otot di lengan supaya bisa bergerak," terang Fritz kepada Kompas.com, Sabtu (23/1/2016).

Akan tetapi, menurut Fritz, seseorang perlu banyak berlatih untuk bisa mengaktifkan gelombang Mu.

Gelombang Mu biasanya muncul saat seseorang rileks.

Dengan menggunakan elektroda di kepala dan Electricencephalography (EEG), gelombang di otak tersebut bisa terlihat.

EEG merupakan alat untuk merekam aktivitas listrik di otak.

Melihat alat yang digunakan Tawan, tangan robotnya itu juga tersambung dengan rangkaian elektrik yang melingkar di kepalanya.

Dengan kekuatan pikiran, Tawan mengaku dapat menggerakkan tangannya itu dengan alat buatannya. 

Namun, secara logika, untuk menangkap lebih banyak gelombang Mu, Tawan sebaiknya juga meletakkan elektroda itu di puncak kepalanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved