Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tip Sehat untuk Anda

Putu Witsen: Mepantigan di Lumpur Bagian Dari Pelestarian Lingkungan

Olahraga ini langsung bersentuhan dengan ibu pertiwi sebagai mother of earth.

Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi
Beberapa peserta mengikuti Mepantigan di Pondok Batu Alam Jalan Pasekan, No. 30 Banjar Tubuh, Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (23/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Putu Witsen, Creator Mepantigan Bali, mengungkapkan alasannya memilih media lumpur untuk mempantigan.

Berikut ini penjabarannya:

Karena kita makan nasi, nasi itu dari padi yang tumbuh di lumpur.

Kita melakukan kegiatan tanpa cedera, menyenangkan, peduli terhadap sawah dengan kita mendekatkan diri dengan alam semesta.

(Pernah Coba Mepantigan di Gianyar? Berat Badan Komang Wulan Turun 5 Kg)

Mengikuti Mepantigan ini kami dari tim semua sehat dan tak ada yang sakit, malah tambah kuat.

Olahraga ini langsung bersentuhan dengan ibu pertiwi sebagai mother of earth.


Beberapa peserta mengikuti Mepantigan di Pondok Batu Alam Jalan Pasekan, No. 30 Banjar Tubuh, Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (23/1/2016). (Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi)

Mencintai ibu pertiwi dengan bergembira dan senang.

Maka dengan melestarikan lingkungan dan harmonis kepada Tuhan, Lingkungan dan Manusia bisa membuat kita sehat dan bugar.

Awal mengikuti kegiatan ini, peserta diberikan welcome drink berupa jamu kunyit.

Jamu kunyit ini baik untuk kesehatan sebagai suplemen, antibiotik, antioksidan dan memperlancar pencernaan.

Setelah itu peserta akan memakai kain berwarna Tridatu (Merah, Hitam dan Putih) bertujuan untuk peserta menghormati Dewa Tri Murti.

Dilanjutkan dengan pemanasan dengan naik kuda untuk melatih keseimbangan.


Beberapa peserta melakukan rangkaian kegiatan sebelum Mepantigan, di Pondok Batu Alam Jalan Pasekan, No. 30 Banjar Tubuh, Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (23/1/2016). (Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi)

Lanjut dengan naik pohon kelapa ya tidak sampai atas dan main goak-goakan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved