Masyarakat Jimbaran Serukan Penolakan Reklamasi Teluk Benoa
Forum Jimbaran Bersatu melakukan aksi damai dan diikuti dengan pemasangan baliho yang berisikan penolakan reklamasi tersebut.
TRIBUN-BALI.com, MANGUPURA - Penolakan rakyat Bali, khususnya masyarakat Jimbaran, melalui Jimbaran Bersatu dalam rencana reklamasi Teluk Benoa perjuangannya tidak pernah berhenti.
Forum Jimbaran Bersatu melakukan aksi damai dan diikuti dengan pemasangan baliho yang berisikan penolakan reklamasi tersebut di depan kantor desa dan di persimpangan Jimbaran, Kamis (28/1/2016) sore.
Aksi ini dihadiri langsung oleh koordinator Forum Kuta Perjuangan (FKP) dan wakil ketua Jimbaran Bersatu beserta puluhan anggota lainnya.
Menurut Jro Wayan Nanik Antara selaku wakil dari Jimbaran Bersatu, ada 2 hal penting yang ingin disampaikan dalam aksi ini.
Pertama, masyarakat diingatkan dengan konsep Tri Hita Karana, dalam hal ini ditekankan untuk selalu menghormati alam juga isinya.
Jika reklamasi tetap dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi abrasi dan berdampak negatif ke masyarakat.
Kedua, agar pemerintah mengkaji ulang Perpres No 51 tahun 2014, agar reklamasi tidak hanya mementingkan dari sisi ekonomi dan bisnis juga melihat aspek adat budaya, dan harus melihat dampak sosial apa yang akan terjadi jika reklamasi terjadi, melihat dengan kroditnya Kuta Selatan seperti saat ini.
Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jimbaran dan seluruh elemen masyarakat Kuta Selatan tidak pernah berhenti berjuang untuk menolak reklamasi yang bertujuan menjaga dan melestarikan alam Bali.
Serta ikut disampaikan juga, semua elemen Jimbaran Bersatu, FKP dan pihak terkait lainnya akan melakukan aksi damai menolak reklamasi Teluk Benoa, di lapangan Renon Denpasar, Bali, Jumat (29/1/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jimbaran-bersatu-tolak-reklamasi_20160129_141759.jpg)