Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wagub Bali: Pedagang Jangan Ambil Untung Terlalu Banyak

Dia mengingatkan para pedagang jangan mencari keuntungan terlalu banyak karena hal ini akan berakibat pada turunnya daya beli masyarakat.

Editor: Kander Turnip
Humas Pemprov Bali
Wagub Bali I Ketut Sudikerta memantau Pasar Kereneng dan Pasar Badung, Denpasar, Bali untuk memnatu harga dan operasi pasar, Jumat (29/1/2016). 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Jelang hari raya besar Imlek, Galungan dan Kuningan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta beserta Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Provinis Bali memantau dan menggelar sidak serta operasi pasar murah untuk menjaga kestabilan harga khususnya sejumlah kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, telor, gula serta kebutahan pokok lainnya di Pasar Kereneng, Denpasar, Bali, Jumat (29/1/2016).

Sudikerta menyampaikan kestabilan harga sangat penting untuk dijaga.

Untuk itu, dia mengingatkan para pedagang jangan mencari keuntungan terlalu banyak karena hal ini akan berakibat pada turunnya daya beli masyarakat.

“Kalau terjadi lonjakan harga, maka inflasi naik dan pada ujungnya akan berakibat pada naiknya kemiskinan,” imbuhnya.

Selain sidak pasar, upaya menstabilkan harga juga dilakukan dengan melakukan operasi pasar yang dilakukan di sentra-sentra perekonomian, seperti Pasar Kereneng, Pasar Badung serta tempat sentral perekonomian lainnya.

Menyinggung mengenai dampak dari jebolnya Jembatan Tukadaya Jembrana yang menghambat distribusi barang ke Bali, Wakil Gubernur Ketut Sudikerta yang juga menjabat sebagai Ketua (TPID) Provinsi Bali menyampaikan bahwasannya kejadian tersebut tetap memberikan dampak, namun tidak signifikan.

Sebagai solusi awal terhadap jebolnya jembatan, Sudikerta telah menginstruksikan SKPD terkait untuk mengatasi penumpukan truk pengangkut, khususnya pengangkut sembako yang tertumpuk di pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

Truk tonase muatan kecil diminta mengambil jalur utara sedangkan untuk truk tonase berkapasitas besar ke arah pelabuhan Benoa.

Wagub tidak memungkiri dengan dialihkannya tonase truk besar ke Pelabuahn Benoa akan membawa kerugian bagi para pengusaha, namun ia berpendapat hal tersebut dipandang sebagai sebuah risiko dalam berbisnis.

Dalam sidak pasar yang juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Provinsi Bali Ketut Wija, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati, Kadisperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi serta Kepala Bulog Divre Bali Mansur, Wagub Sudikerta juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para pedagang pasar serta para pembeli yang sedang berbelanja di pasar pada pagi hari tersebut.

Gede Suryanata dari Baturiti yang berjualan sayur mayur menyampaikan, beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga dari harga yang ditetapkan seperti tomat per 1 Kg dijual seharga Rp 11.000 dari harga yang ditetapkan sebesar Rp 8.000.

Menanggapi peningkatan harga tersebut, Wagub Sudikerta meminta agar pedagang jangan berjualan dengan mengambil untung yang berlebihan.

Ia juga menginstruksikan pihak PD Pasar untuk terus memantau harga serta menetapkan harga patokan.

Hal serupa juga disampaikan Sudikerta saat memantau pedagang beras yang berada di lantai dasar dari Pasar Kereneng.

Salah satu pedagang beras Kadek Suharto menyampaikan, untuk saat ini harga beras masih stabil.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved