Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tak Ada Air, Puluhan Are Lahan Pertanian di Subak Tohpati Kekeringan

Dari total 75 hektar lahan pertanian di Subak Desa Tohpati, Banjarangan. Sekitar 55 hektar dalam kondisi kekeringan dan tidak dapat ditanami apapun

TRIBUN BALI / EKA MITA SUPUTRA
Puluhan hektar lahan pertanian di Subak Tohpati, Banjarangkan hanya ditumbuhi gulma karena tidak mendapatkan distribusi air irigasi, Minggu (14/2/2016) 

TRIBUN-BALI. COM, SEMARAPURANi luh Simin (44) menatap petak sawahnya yang hanya ditumbuhi gulma dan ilalang di Desa Tohpati, Banjarangkan, Klungkung, Minggu (14/2/2016).

Petak sawah milik Ni Luh Simin sudah tiga tahun belakangan tidak mampu ditumbuhi tanaman pertanian karena kondisinya yang kering.

Lahan sawahnya tidak mendapatkan distribusi perairan irigasi hampir tiga tahun terakhir.

"Kondisi seperti ini kita alami sejak tiga tahun belakangan. Padahal, seharusnya saat ini disini sudah memasuki musim tanam padi," keluh Nengah Simin yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai petani.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dewa Gede Oka, seorang petani dari Desa Tohpati yang juga sebagai kelian Tumpek Grembeng.

Menurutnya, sekitar 55 are lahan di wilayahnya terbengkalai akibat tidak mendapatkan distribusi air irigasi dari bendungan di wilayah Tembuku, Bangli.

"Padahal kita menggantungkan hidup dari pertanian, kalau begini bagaimana kita bisa kerja?," keluh Dewa Gede Oka sembari ngarit rumputan liar.

Kondisi tersebut menjadi permasalahan seluruh petani di Desa Tohpati, Banjarangkan, Klungkung.

Setidaknya, dari total 75 hektar lahan pertanian di Subak Desa Tohpati, Banjarangan. Sekitar 55 hektar dalam kondisi kekeringan dan tidak dapat ditanami apapun. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved