Hari Raya Nyepi
Bandara Ngurah Rai Tutup saat Nyepi, Tapi Petugas Ini Dikerahkan 24 Jam
Para petugas yang siaga ini terdiri dari petugas Air Navigation (AirNav), petugas keamanan dan Avsec, petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengerahkan petugas siaga selama 24 jam di Hari Raya Nyepi nanti.
Petugas bandara ini akan dibagi dalam tiga sif.
Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV, Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona mengatakan, meski bandara tutup selama Hari Raya Nyepi, tetapi tetap menyiagakan petugas untuk mengantisipasi adanya insiden penerbangan.
Ia katakan, sebagai bandara internasional, maka segala aspek keamanan, keselamatan, dan siaga personel harus selalu disediakan.
"Sebab setidaknya ada ratusan penerbangan per hari. Jika ada divert atau hal lainnya insiden penerbangan, bandara internasional harus siap melayani secara maksimal. Jadi petugas harus siaga tiga sif selama 24 jam," ujarnya.
Para petugas yang siaga ini terdiri dari petugas Air Navigation (AirNav), petugas keamanan dan Avsec, petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan Pemadam Kebakaran (PKPPK), dan petugas Ground Handling.
"Para petugas siaga di dalam bandara untuk antisipasi penerbangan divert. Ya meski sejak saya menjabat belum pernah ada divert saat Hari Raya Nyepi. Tapi kita tetap siagakan," tandas Yusfandri.
Ia katakan, seluruh maskapai penerbangan sudah mengetahui bahwa Bandara Ngurah Rai akan tutup selama Hari Raya Nyepi berlangsung. Penghentian aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai ini berlangsung sejak Selasa (8/3/2016) pukul 22.00 UTC sampai Rabu (9/3/2016) pukul 22.00 UTC.
General Manager Angkasa Pura I Airport Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo menjelaskan, dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi petugas akan siaga dan kapan saja bisa beroperasi jika kondisi darurat penerbangan terjadi.
"Kami sebagai operator pelaksana penerbangan akan melakukan tugas secara profesional. Seluruh lampu dan suara akan dipadamkan," ujar Trikora. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bandara_20160211_183916.jpg)