Pasar Majelangu Yang Selalu Ada Setelah Nyepi
Pasar Majelangu menjual aneka busana, kuliner maupun mainan anak-anak.
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Setelah merayakan Hari Raya Nyepi pada Rabu (9/3/2016), warga Desa Adat Tuban menggelar pasar Majelangu.
Kepala Seksi Keamanan Desa Pakraman Tuban, Nyoman Sudiasa menjelaskan, pasar Majelangu merupakan tradisi adat Tuban seusai Hari Nyepi. Pasar ini digelar dari pagi hingga malam hari.
"Setiap usai Nyepi, Desa Adat Tuban menggelar Pasar Majelangu sepanjang jalan. Jalan raya ditutup," kata Nyoman Sudiasa, Kamis (10/3/2016).
Pasar Majelangu sendiri artinya pasar dadakan. Untuk di Desa Adat Tuban, pasar Majelangu digelar dari mulai patung kuda samping Bandara Ngurah Rai sampai ke utara jalan Raya Kuta. Deretan stan pasar hanya sepanjang puluhan meter saja.
"Jalan Raya Kuta yang ke arah Tuban ditutup total selama satu hari. Pasar diadakan sampai malam saja. Besoknya, baru bisa digunakan sebagai jalan umum kembali," tambahnya.
Pasar Majelangu menjual aneka busana, kuliner maupun mainan anak-anak.
Seperti biasa, petugas yang berjaga dari desa adat setempat sebagai penaggung jawab keamanan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/majelangu_20160310_124533.jpg)