Hari Raya Nyepi

Sayang Foto-foto Ini Dibuang, Parade Ogoh-ogoh di Tampak Siring

Seluruh umat Hindu baru saja merayakan Nyepi Tahun Baru Caka 1938, Rabu (9/3/2016) kemarin.

Sayang Foto-foto Ini Dibuang, Parade Ogoh-ogoh di Tampak Siring
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Pawai ogoh-ogoh di Tampak Siring, Gianyar, Bali, Selasa (8/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seluruh umat Hindu baru saja merayakan Nyepi Tahun Baru Caka 1938, Rabu (9/3/2016) kemarin.

Bahkan perayaan ini dinilai istimewa.

Karena bersamaan dengan munculnya fenomena gerhana matahari total (GMT), di wilayah Indonesia.

Bali sendiri akan terkena gerhana matahari sebagian (GMS).

Menurut Pengamat Astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sanglah, Denpasar, I Putu Dedy Pratama, fenomena ini pernah terjadi tanggal 17 Maret 1904.

(Tradisi Perang Api di Desa Nagi Ubud, Foto-fotonya Mencengangkan)

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda sendiri juga menyebutkan terjadinya gerhana matahari membuat Hari Raya Nyepi menjadi istimewa.

Umat Hindu diminta untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan baik.

"Di dalam Sarasamuscaya dinyatakan, barang siapa yang melakukan tindakan terpuji terutama melakukan dana punia pada gerhana matahari atau gerhana bulan, maka pahalanya akan dilipatgandakan berkali-kali," kata Nak Lingsir.

Sehari sebelum Nyepi, seluruh umat Hindu melakukan pengerupukan yakni pawai ogoh-ogoh.

Halaman
12
Penulis: Irma Yudistirani
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved