Damantra : Warga Bagaikan Ayam Kehilangan Induknya, MUDP Harus Desak Pastika
Belasan ribu massa tolak reklamasi turun ke jalan
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Rencana proyek Reklamasi Teluk Benoa mendapat penolakan yang tak pernah habis dari masyarakat Bali.
Belasan ribu massa tolak reklamasi turun ke jalan.
Mereka memadati bundaran Tol Bali Mandara sepanjang hampir tiga kilometer.
(Antisipasi Aksi di Bundaran Tol Bali Mandara, Penumpang Pesawat Datang 4 Jam Sebelum Take Off)
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, Nyoman Damantra, menyebut jika persoalan desa adat yang sudah turun dengan jumlah warga tidak sedikit adalah satu hal yang serius yang harus disikapi Pempov Bali.
(Lihat Fotonya, Ada “Penari Bali” Ikuti Aksi Tolak Reklamasi di Bundaran Tol Bali Mandara)
Sebab, dengan melihat kenyataan eskalasi penolakan reklamasi oleh desa adat semakin masif, maka yang perlu bertindak saat ini adalah Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali dengan
mendesak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika agar segera membatalkan dukungannya terhadap rencana proyek tersebut.
(Polisi Hadang Demonstran Lewat Tol Bali Mandara)
"Jangan sampai membuat mereka (warga desa adat) seperti ayam kehilangan induknya. Dengan begitu, sudah saatnya majelis utama bersama majelis madya dan majelis alit desa pekraman untuk pro aktif memediasi aspirasi rakyat," ujarnya, Minggu (20/3/2016).
"Sikap MUDP itu ialah dengan mendesak gubernur membatalkan dukungannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa," imbuhnya.
Menurut Damantra, aksi warga ini adalah buah dari ketidakmauan warga sendiri atas apa yang dilakukan oleh pemerintah yang ingin menabrak kepercayaan warga Hindu Bali.
"Itulah yang harus dicermati dan Pemprov Bali harus tergerak untuk membatalkan (Proyek Reklamasi) sesuai keinginan rakyatnya," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tolak-reklamasi_20160320_164843.jpg)