Pacman Menang Angka Lawan Bradley di Akhir Karirnya
Manny “Pacman” Pacquiao berhasil menunjukkan penampilan yang penuh aksi dalam laga untuk mengakhiri 21 tahun karir tinjunya.
Penulis: Sunarko | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, LAS VEGAS - Manny “Pacman” Pacquiao berhasil menunjukkan penampilan yang penuh aksi dalam laga untuk mengakhiri 21 tahun karir tinjunya melawan petinju Amerika Serikat (AS), Timothy Bradley, Minggu (10/4/2016) pagi di Las Vegas.
Ia menang angka mutlak.
Tiga hakim memberikan kemenangan mutlak 116-110.

Superstar tinju berusia 37 tahun asal Filipina itu menyatakan akan menyudahi karir bertinjunya usai lawan Bradley, karena ingin fokus berkarir di dunia politik, dengan mencalonkan diri sebagai kandidat senator pada pemilu Filipina Mei nanti.
"Nantikan lebih banyak aksi saya di panggung daripada laga-laga sebelumnya,” kata Pacquiao setelah acara timbang badan di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, kemarin.
Dalam timbang badan itu, bobot Pacman (julukan Pacquiao) lebih berat 0,22 kilogram dibandingkan bobot Bradley.
Pertarungan untuk memperebutkan juara dunia Kelas Welter (67 Kg) versi WBO yang lowong itu merupakan pertarungan ketiga antara Pacman dan Bradley.
Pada pertarungan pertama mereka 9 Juni 2012, Bradley menang secara kontroversial atas Pacman, yakni dengan split decision dari dewan juri.
Sementara di pertarungan kedua 12 April 2014, Pacquiao menang angka mutlak atas Bradley.
Kekalahan tersebut menjadi satu-satunya kekalahan yang pernah diderita Bradley selama ini.
Dalam sesi timbang badan kemarin, terlihat Pacman banyak dikerubuti fans-nya.
Pasar taruhan pun menjagokan Pacman menang atas Bradley, yang berjuluk “The Desert Storm” (Badai Gurun).
Namun, Bradley --petinju 32 tahun asal California, AS-- mencoba menghalau pesimisme tentang peluangnya, dengan mengatakan: ”Saya kira, akan banyak fans (Pacman) yang kecewa besok (hari ini, red).”
Berbeda dengan dua pertarungan lawan Pacman sebelumnya, kali ini Bradley memang terlihat lebih percaya diri.
Ini karena ada pelatih barunya Teddy Atlas, yang juga pernah menangani mantan juara dunia kelas berat versi WBA, Alexander Povetkin.
Sebelumnya Bradley dilatih oleh Joel Diaz.
Terakhir kali naik ring, yang juga merupakan pertarungan pertamanya bersama Atlas, Bradley sukses menganvaskan Brandon Rios pada ronde kesembilan pada 7 November 2015 lalu.
Bradley sesumbar, dirinya ingin dikenang sebagai petinju yang merusak akhir karir Pacquiao.

“Saya ingin diingat, saya ingin orang-orang membicarakannya,” ucap Bradley seperti dilansir Boxingscene.
“Setiap kali mereka menyebut nama Pacquiao di kemudian hari, saya ingin kalimat ini disebut: "Timothy Bradley yang mengalahkannya’,” ucap mantan peraih dua gelar divisi kelas berbeda itu.
Dalam pertarungan lawan Bradley kali ini, Pacquiao akan dibayar 20 juta dolar AS (sekitar Rp 268 miliar), jauh dari bayaran yang ia terima saat melawan Floyd Mayweather Jr pada Mei 2015 dalam laga yang berjuluk “Duel Abad Ini”.
Saat itu, Pacquiao dibayar 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2 triliun).
Pacquiao berjanji akan mengakhiri karirnya dengan gemilang.
“Sangat penting bagi saya untuk memenangkan pertarungan ini dengan meyakinkan. Ini bagian dari warisan yang ingin saya tinggalkan,” kata dia.
Namun, dua orang yang dekat dengan Pacman, yakni pelatihnya Freddie Roach dan promotor Bob Arum, tak yakin bahwa Pacman tak akan kembali lagi naik ring, terutama jika dia bisa mengalahkan Bradley dengan spektakuler hari ini.
“Saya kira, kalau dia memenangkan laga dengan baik, ia akan mudah dirayu untuk naik ring kembali,” kata Bom Arum, promotor gaek yang berusia 84 tahun.
Pacquiao sendiri sempat mengatakan, dirinya belum bisa membayangkan hidup dengan menggantungkan sarung tangan.
“Saya tak tahu bagaimana rasanya jika saya sudah gantung sarung tinju,” kata Pacquiao.
Bagi Pacquiao, inilah duel pertamanya setelah absen 11 bulan karena menjalani operasi bahu kanan usai kalah angka dari Floyd Mayweather Jr pada 2 Mei 2015.

Ini menandakan, tanpa pemanasan usai memperbaiki otot putaran bahu kanan yang sobek, Pacman langsung menjajal Bradley yang tergolong lawan berat.
Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah Pacquiao akan lebih piawai bertinju karena kekuatan tangan kanannya akan menyamai tangan kirinya yang memang ampuh.
"Saya akan bertarung dengan dua tangan, sebab kekuatan tangan kanan saya sudah jauh lebih baik dari kiri. Anda akan menjadi saksi bahwa saya akan tampil beda," janji Pacman yang pernah menjadi juara di delapan kelas berbeda itu.
Rekor bertanding petinju Filipina itu adalah 57 kali menang dengan 38 kali kemenangan KO, enam kalah (3 KO) dan dua seri.
Sementara Bradley yang telah 36 kali naik ring, memiliki rekor bertanding 33 kali menang (13 KO), 1 kali imbang, 1 kali kalah, dan 1 pertandingan dinyatakan tidak dipertandingkan. (afp/jr/sko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pacman_20160410_140615.jpg)