Astaga, Bocah 9 Tahun Ini Tak Tertolong Lagi Telentang di Sungai
"Saya berikan pertolongan. Saya angkat kakinya supaya airnya ke luar," kata Sudirtha. Namun upayanya itu sia-sia.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Betapa kagetnya Dewa Made Sudirtha melihat sesosok tubuh bocah telentang di sebuah sungai kecil tempat pemandian di Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar, Bali, Minggu (10/4/2016) sore.
Sudirtha berusaha memberikan pertolongan, namun bocah sembilan tahun itu tak bisa diselamatkan.
"Saya beritahu warga lain kalau ada anak kecil yang telentang di sungai," kata Sudirtha saat memberikan keterangan kepada polisi, Senin (11/4/2016).
Rupanya, bocah itu adalah, Ni Kadek Reni (9).
Reni merupakan anak I Wayan Pasek Widia (37).
Rumahnya tidak jauh dari sungai tersebut.
"Saya berikan pertolongan. Saya angkat kakinya supaya airnya ke luar," kata Sudirtha. Namun upayanya itu sia-sia.
Reni tak kunjung sadarkan diri. Sudiartha kemudian berlari memanggil orang tua bocah itu.
Mereka lalu membawa Reni ke RSUD Sanjiwani Gianyar.
Orangtuanya terus menangis berharap sang buah hati masih bisa diselamatkan.
Namun, takdir berkata lain. Dokter menyatakan Reni tidak bisa diselamatkan.
Isak tangis pun kembali pecah. Lewat keterangan yang diberikan keluarga, korban meninggal diduga karena penyakit epilesinya kambuh saat sedang mandi.
"Anak itu sering mandi di sana," ujar Kanit Reskrim Polsek Gianyar, AKP Made Tama kepada Tribun Bali.
Dari pemeriksaan polisi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sementara sungai tersebut ukuran kedalamannya hanya semata kaki orang dewasa.
Untuk mengetahui penyebab kematian Reni, polisi menawarkan otopsi.
Namun tawaran itu ditolak oleh orangtuanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jenasah-reni_20160412_105620.jpg)