Hari Kartini

Berprinsip ‘Merdeka Dari Desa’ Nuning Yakin Bisa Bangun Bali

Nuning memang belum menikah, namun atas berbagai capaian yang diraihnya, dia dipercaya menjadi ketua Tim Penggerak PKK Desa Geluntung.

Berprinsip ‘Merdeka Dari Desa’ Nuning Yakin Bisa Bangun Bali
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Putu Yuni Widyadnyani SS 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Merdesa atau Merdeka dari Desa, itulah prinsip yang diusung Putu Yuni Widyadnyani SS (29).

Perempuan inspirator ini berkeyakinan, untuk membangun Bali, seyogyanya dimulai dari bawah.

Perkembangan sebuah desa akan memberi dampak besar pada kemajuan sebuah provinsi.

Nuning, sapaan akrabnya, lahir di Geluntungan, Desa Marga, Tabanan.

Bersama kawan-kawannya di Yayasan Kayon, dia melakukan berbagai terobosan.

Aneka program inovatif yang dilakukannya bahkan telah menjadi contoh bagi sejumlah daerah lain di Bali.

“Kita harus Merdesa, merdekakan desa dulu, baru merdeka secara luas. Kami membangun dari bawah, mensejahterakan masyakarat, sehingga tentunya akan lebih mudah untuk memajukan Bali. Hal ini akan berimbas positif pada daerah lainnya di Bali,” ungkap Nuning saat ditemui Tribun Bali, di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, (20/4/2016).  

Dia kembali menekankan, dia tidak ingin terlalu berambisi harus di tingkat nasional atau bahkan go internasional.

Nuning percaya, seorang pionir dan penggerak terlebih dahulu harus mampu mengoptimalkan satu ruang lingkup sebuah desa.

Sudah hampir 17 tahun lamanya Nuning konsisten berjuang di Yayasan Kayon.

Halaman
123
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved