Jalan Lingkar Jimbaran Nusa Dua
Wow, Ini Gambaran Mega Proyek Jalan Lingkar Selatan dan Jalan Pintas Nusa Dua-Jimbaran
Dia meyakini hanya dengan terobosan inilah, kawasan Badung Selatan yang menjadi pusat pariwisata di Kabupaten Badung akan terbebas dari kemacetan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemkab Badung merencanakan proyek pembangunan jembatan Sawangan-Niko dengan pagu anggaran lebih Rp 21 miliar.
Kelak, jembatan ini akan menjadi titik tengah dari rencana besar pembangunan jalan lingkar selatan (outer ring road) dan jalan pintas (shortcut) Badung yang membentang dari Nusa Dua hingga Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan, dan diprakirakan menelan dana Rp 900 miliar.
(Jembatan Sawangan Nikko dari Nusa Dua–Kutuh Mulai Dibangun Megah, Khas Bali)
Rencana pembangunan infrastruktur itu diharapkan akan mampu mengatasi sejumlah persoalan di Badung, khususnya mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi masalah serius di sana.
(Atasi Kemacetan di Badung Selatan, Jalan Lingkar Nusa Dua-Jimbaran Diusulkan Melayang)
Seperti diketahui, wilayah Badung Selatan merupakan konsentrasi pariwisata di Kabupaten Badung.
Panjang jalan lingkar ini dirancang akan mencapai 9 Km, mulai dari kawasan Nusa Dua hingga Jimbaran.
Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, telah mengusulkan rencana ini ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Pengairan Pemkab Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengatakan jalan tersebut akan selebar 30 meter dan menyusuri pinggiran pantai, sehingga beberapa bagian akan dibangun dengan konstruksi melayang untuk menyesuaikan kondisi geografis.
Untuk menunjukkan keseriusan tekad Pemkab Badung terhadap rencana proyek tersebut, desain rinci (Detail Engineering Design/DED) proyek ini sedang dirampungkan, dan akan diajukan usulan beserta anggarannya pada tahun 2017. Perkiraan anggaran untuk mewujudkan proyek ini adalah sebesar Rp 900 miliar.
Surya Suamba mengaku sangat tidak sabar untuk merealisasikan proyek ini, karena ini tergolong proyek monumental bagi kemajuan Badung.
“Ini proyek luar biasa. DED-nya akan kita usulkan di tahun anggaran induk 2017. Anggarannya kira-kira Rp 900 miliar,” ujarnya.
Surya Suamba mengatakan, mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, Pemkab Badung sangat membutuhkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk merealisasikan megaproyek ini.
Sebab, hanya menggunakan dana dari APBD Pemkab Badung, adalah mustahil karena akan bisa mengurangi anggaran yang dialokasikan untuk program-program lain.
“Kita akan upayakan bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Jumlahnya masih belum terpikirkan. Tapi yang jelas sebanyak-banyaknya kalau bisa he.he.he,” ujar Surya Suamba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/grafis-mega-proyek-badung-selatan_20160426_094750.jpg)