Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

‘Kotak KTP Dukungan Marwati’, Ariawan : Tapi Setelah Jadi Jangan Lupakan Saya!

Pria asal Kelurahan Kampung Tinggi ini beralasan mendukung Marwati karena merindukan sosok pemimpin yang berhati nurani.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Seorang pelanggan koran sedang menyerahkan fotokopi KTP kepada Marwati di lapak korannya di Jalan Diponegoro Singaraja, Bali, Sabtu (30/4/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Wayan Ariadi membeli koran di lapak Luh Made Marwati di Jalan Diponegoro, Singaraja, Bali, Sabtu (30/4/2016).

Sembari masih duduk di jok sepeda motornya yang mesinnya masih menyala, ia memberikan fotokopi KTP miliknya kepada wanita pedagang koran tersebut.

Ariadi mengatakan, fotokopi KTP itu diberikan sebagai bentuk dukungannya kepada Marwati yang akan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Buleleng dalam Pilkada 2017 mendatang melalui jalur independen.

Marwati berpasangan I Gusti Ketut Adi Yustika Ariawan atau akrab disebut Yus Ariawan sebagai calon bupatinya.

Pria asal Kelurahan Kampung Tinggi ini beralasan mendukung Marwati karena merindukan sosok pemimpin yang berhati nurani.

Meski begitu, ia memingatkan Marwati supaya ketika terpilih nantinya tidak melupakannya.

“Saya ingin saja lihat Marwati ini bisa jadi, saya kenal dia sudah lama dan tahu dia tidak punya uang untuk maju jadi wakil bupati, tapi saya lihat dia ini orangnya jujur dan memang dari hati nuraninya ingin maju biar Buleleng ini ada perubahan lebih baik. Tapi setelah jadi jangan lupakan saya,” ujarnya.

Sesaat kemudian, Komang Widiana, penjaga toko di Jalan Diponegoro berjalan kaki menuju lapak koran Marwati untuk memberikan fotokopi KTP miliknya.

“Sudah dari kemarin-kemarin saja janji mau kasih KTP, tapi baru sekarang sempat fotokopi KTP,” ucapnya.

Marwati kali ini menaruh sebuah kardus bertuliskan ‘Kotak KTP Dukungan Marwati’.

Kardus itu untuk menampung fotokopi KTP masyarakat yang telah diserahkan kepadanyan untuk mendukungnya.

Ia mengaku tidak sedikit masyarakat yang sudah ingin memberikan fotokopi KTP sejak ia masih belum memutuskan untuk mencalonkan diri melalui independen.

Namun ketika itu ia menolaknya karena masih belum memastikan untuk mencalonkan diri.

Tidak sedikit pelanggan korannya yang secara spontan memberikan fotokopi KTP kepadanya sebagai bentuk dukungan.

Begitupula para pedagang di sekitarnya dan masyarakat dengan sukarela memberikan fotokopi KTP.

“Sejak saya selesai daftar di PDIP dulu sudah ada yang mau kasih KTP-nya ke saya biar lewat independen saja, tapi saya tolak dulu karena belum pasti saya mau maju. Baru setelah saya positif sama Pak Yus mulai saya terima fotokopi KTP. Pengumpulan ini sudah mulai jalan sejak deklarasi dulu, tapi baru sekarang saya kasih kotak ini biar orang gak bingung di mana mau kasih KTP ke saya,” tuturnya.

Selain itu, Marwati bersama suaminya Made Sudharma juga mencari dukungan berupa KTP dengan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah.

Kegiatan ini dilakukan seusai berjualan koran.

“Saya ngambil sedikit tadi korannya biar cepet selesai jualannya, habis ini saya mau ke Banjar mengumpulkan fotokopi KTP,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved