87 Persen Daerah Karangasem Lahan Kering, Lalu Apa yang Dilakukan Pemerintah?
87 persen wilayah Kabupaten Karangasem merupakan lahan kering dengan lahan kritis baik yang berada di luar maupun di dalam kawasan hutan.
TRIBUN-BALI.com, AMLAPURA - Pembangunan kehutanan di Kabupaten Karangasem belum menunjukkan hasil yang optimal, yang dapat dilihat dari perkembangan usaha-usaha sektor kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat masih bersifat sub sistem.
“Penyebabnya adalah masih rendahnya kemampuan akses dan penyediaan modal bagi pelaku usaha di sektor kehutanan di Kabupaten Karangasem. Hal ini berdampak pada tingkat ekonomi masyarakat pada sektor kehutanan masih relatif rendah, sehingga masih diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membuka Sosialisasi Kegiatan Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Program Dana Bergulir Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan di Kabupaten Karangasem, di Wantilan Kantor Bupati, Karangasem, Bali, Selasa (3/5/2016).
Kegiatan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam rangka Sosialisasi Program Dana Bergulir Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan di Kabupaten Karangasem difasilitasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan itu, menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama dengan Para Narasumber Kementerian RI.
Hadir pula pada kegiatan itu Kepala Pusat PPH Kementerian LH dan Kehutanan RI Ir Petrus D, Kepala Deputi I Kementerian LH dan Kehutanan RI Ir Agus Istyo Darmadi MSi, Plt Asisten II Setda, Kepala Badan/Dinas di lingkungan Pemkab Karangasem, Tim Ahli Operasional Kebijakan Bidang Pertanian Kabupaten Karangasem, Direktur BRI Cabang Amlapura, Direktur BPD Bali Cabang Karangasem, Notaris I Gede Made Sudanes, para camat dan Perbekel se-Kabupaten Karangasem dan para petugas dan penyuluh kehutanan serta pengurus kelompok tani hutan se-Kabupaten Karangasem.
Bupati Mas Sumatri mengatakan, 87 persen wilayah Kabupaten Karangasem merupakan lahan kering dengan lahan kritis baik yang berada di luar maupun di dalam kawasan hutan berjumlah 13.188 hektare.
Karena sektor kehutanan memegang peranan penting dalam penyeimbang iklim global, maka pembangunan kehutanan selalu mendapat perhatian dalam pembangunan di Kabupaten Karangasem.
”Untuk itu, saya sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini, karena kegiatan ini merupakan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pembangunan di Kabupaten Karangasem yang sejalan dengan visi Mewujudkan Karangasem Cerdas Bersih dan Bermartabat Berlandaskan Tri Hita Karana,” katanya.
Karena kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi pembangunan di Kabupaten Karangasem, Bupati minta kepada para peserta sosialisasi, yang merupakan seluruh pemangku kepentingan sektor kehutanan di Kabupaten Karangasem, untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh.
”Perhatikan dengan saksama setiap materi dan arahan yang diberikan oleh para narasumber dan jangan segan untuk bertanya apabila masih terdapat hal-hal yang belum Saudara ketahui dan pahami,” tegasnya.
Pihaknya berharap nanti, program dana bergulir dari Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tani maupun pelaku usaha pada sektor kehutanan di Kabupaten Karangasem.
Kepala Pusat PPH Kementerian LH dan Kehutanan RI Ir Petrus D, mengatakan, Fasilitas Dana Bergulir (FDB) diarahkan untuk mendukung usaha kehutanan dalam rangka Rehabilitasi Hutan dan Lahan merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.
”Dana Bergulir merupakan bagian dari keuangan negara (APBN) bukan hibah atau bukan proyek yang disalurkan, ditagih dan dikembalikan serta digulirkan kembali kepada penerima fasilitasi Dana Bergulir lainnya yang diberikan atas permintaan calon penerima yang dinilai layak dibiayai,” ujarnya.
“Prinsip pemberian FDB adalah untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas hutan dan perbaikan mutu lingkungan,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-karangasem-menyalami-peserta-sosialisasi-kehutanan_20160503_224516.jpg)