Balita Diserang Monyet di Pulau Serangan, Made Budiartha: Banyak Darahnya, Anak Saya Nangis Terus
Tubuh Putu Rio sempat ditarik monyet namun berhasil direbut kerabatnya
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Satrio Darmawan (2,5) terlihat lemas di pangkuan ayahnya, Made Budiartha (35) setelah mengalami luka robek pada punggung kaki kirinya.
Luka robek yang dialami balita itu berasal dari gigitan seekor monyet liar di Pulau Serangan sekitar pukul 14.30 Wita tadi.
Ayah Rio, Budiarta menceritakan kejadian tersebut berawal dari suara tawa anaknya yang mengundang seekor monyet liar turun dari pohon.
"Anak saya kan sedang bermain bersama keponakan, nah suara ketawanya bikin monyet yang ada di atas pohon turun dan langsung menyerangnya," terangnya di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (22/5/2016).
Monyet liar yang memang sering berada di atas pohon sekitar jalan Pulau Serangan itupun seketika mengigit bagian kaki kiri mungil Rio.
Melihat serangan monyet tersebut, keponakan Budiartha pun segera menarik Rio dari gigitan monyet liar.
"Sempat tarik menarik saat Rio digigit, dan akhirnya terlepas," ucap Budi.
Gigitan pun lepas, alhasil kaki balita bersimbah darah dan mengalami luka robek.
"Banyak darahnya, nangis terus. Langsung saja saya bawa ke RSUP Sanglah, takut terjadi yang hal yang tidak inginkan," tuturnya.
Selain menerima 3 jahitan akibat luka robek, Rio juga mendapatkan suntikan vaksin anti rabies untuk mencegah terjangkit rabies yang ditularkan melalui air liur monyet liar tersebut.
Kini, balita yang berdomisili di Jalan Banyusari, Waturenggong, Denpasar ini pun sudah diperbolehkan pulang.
"Sudah boleh pulang, tapi kondisinya masih lemas dan agak panas sih badannya sekarang," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/balita_20160522_175916.jpg)