Breaking News:

Tragedi Angeline

Pemda Bali Menolak, Shooting Film ‘Untuk Angeline’ Pindah ke Banyuwangi

Produser film Untuk Angeline, Duke Rachmat, mengaku tidak mendapatkan izin untuk melakukan proses shooting di Bali.

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
kompas.com
Jumpa pers peluncuran teaser, poster, dan tema lagu film Untuk Angeline, di Dapur Sunda, Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - Produser film Untuk Angeline, Duke Rachmat, mengaku tidak mendapatkan izin untuk melakukan proses shooting di Bali.

Menurut dia, Pemda Bali agaknya kurang setuju dengan rencana rumah produksi Citra Visual Sinema menggarap film yang terinspirasi dari kisah tragis Engeline.

"Pemda Bali kurang menyetujui pembuatan film ini di Bali. Karena mereka selaku kuasa di sana," kata Duke saat peluncuran teaser, poster, dan tema lagu film tersebut di Dapur Sunda, Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2016).

Karena dikejar waktu, Duke akhirnya memindahkan lokasi shooting film ini ke Banyuwangi.

"Kami putuskan untuk pindah ke Banyuwangi karena pemerintah di Bali kurang mendukung," kata dia.

Meski Pemda Bali menolak, Duke mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menayangkan film Untuk Angeline di Bali.

Bahkan, lanjut dia, rencananya akan ada tiga layar yang akan memutar film ini di sana.

"Di Bali nanti juga akan tayang film ini. Kabarnya ada tiga layar," ucapnya.

Film Untuk Angeline, yang disutradari oleh Jito Banyu itu terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Denpasar, Bali, pada tahun 2015.

Seorang bocah bernama Engeline ditemukan terkubur di halaman belakang rumah orangtua angkatnya.

Film ini diperankan oleh Kinaryosih sebagai ibu Angeline serta sederet artis lainya, yakni Naomi Ivo, Teuku Rifnu Wikana, Roweina Umboh, Paramitha Rusady, Dewi Hughes, dan Hans De Kraker. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved