Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Eropa 2016

Profil Timnas Kroasia: Keputusan Tepat Pecat Pelatih, Berbuah Manis

terancam melewatkan peluang lolos langsung, dan musti berjuang dari babak play-off.

Editor: Rizki Laelani
Skuat Timnas Kroasia di Piala Eropa 2016 

TRIBUN-BALI.COM, PARIS - Pergantian pelatih ketika masih di babak kualikasi menuju Euro 2016 sebetulnya hal yang disayangkan publik Kroasia. Sisi positifnya, pergantian itu menjadi solusi kelolosan Kroasia ke Prancis 2016.

Niko Kovac dipecat Federasi Sepak Bola Kroasia (CFF) pada September 2015 menyusul dua hasil memilukan, imbang di laga tandang melawan Azerbaijan dan kalah 0-2 di markas Norwegia.

Saat itu Kroasia tengah berada di posisi ketiga grup, terancam melewatkan peluang lolos langsung, dan musti berjuang dari babak play-off.

Kovac, yang sebetulnya masih favorit publik, digantikan oleh Ante Cacic. Bersama Cacic, Kroasia berhasil memenangi dua pertandingan sisa di kualikasi grup, 3-0 melawan Bulgaria dan 1-0 kontra Malta.

Dua kemenangan itu sebetulnya belum cukup memastikan Luka Modric cs. lolos langsung ke Prancis, tapi mereka terbantu hasil pertandingan lain.

Kroasia harus berterima kasih kepada Italia, sang juara Grup H kualikasi Euro. Sempat tertinggal 0-1 dari Norwegia, Italia akhirnya bangkit dan menang 2-1. Hasil itu membuat Kroasia menyalip Norwegia untuk mengokupasi peringkat kedua.

Ketajaman Di putaran final, Kroasia tergabung ke grup berat bersama sang juara bertahan Euro, Spanyol; Turki; dan Republik Ceska.

Spanyol jelas favorit. Turki dan Republik Ceska pantas masuk kategori kuda hitam. Dua pertandingan pertama kontra Turki dan Ceska otomatis menjadi kunci.

Kalau sukses meraih enam poin dari dua partai pertama, duel melawan Spanyol menjadi minim kepentingan dan bisa tanpa beban.

Masalahnya, Kroasia juga memiliki problem paten, berupa ketajaman di lini depan. Raja gol mereka periode kualikasi adalah seorang gelandang: Ivan Perisic.

Pemain Internazionale Milano itu bikin enam gol, sekaligus menjadi top scorer di fase grup. Enam gol Perisic saja sudah hampir mencapai sepertiga gol Kroasia
(20) di babak kuali kasi tadi.

Kontribusi para penyerang relatif sangat minim. Mario Mandzukic misalnya, cuma bikin satu gol dari delapan partai kuali kasi.

Ivica Olic juga sama, satu gol dari delapan pertandingan. Nikola Kalinic satu gol
dari empat duel.

Sementara itu, Andrej Kramaric sedikit lebih baik dengan dua gol dari enam duel. Duet gelandang Luka Modric dan Marcelo Brozovic masingmasing malah sudah membuat sepasang gol.

Wajar kalau Kroasia dan sang bos, Cacic, begitu mengandalkan kualitas dari para pemain di lini tengah buat bersuara banyak di Euro Prancis kali ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved