Pedagang Pasar Badung Mengeluh Sepi, Menteri BUMN Janjikan Cicilan Ringan
Kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke eks Tiara Grosir dimanfaatkan para pedagang.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke eks Tiara Grosir dimanfaatkan para pedagang.
Mereka mengeluhkan sepinya pembeli, mendapat keluhan itu, menteri Rini menjanjikan akan memberikan cicilan ringan kepada pedagang pindahan Pasar Badung ini.
“Sepi sekarang, kayaknya semua pelanggan buyar lari ke pasar kecil-kecil, seperti Kreneng dan pasar lainnya,” kata seorang pedagang tempe dan ayam potong bernama Pina, Sabtu (11/6/2016).
Ia mengatakan penurunan penjualan terjadi hampir 50 persen sejak pindah ke lokasi eks Tiara Grosir.
Harapannya agar bisa dibantu, sebab hingga kini pihaknya masih merugi.
Menanggapi hal ini, Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengharapkan pedagang bersabar dan tetap optimistis.
“Ya memang sekarang mereka kena musibah karena kebakaran itu. Saya akan bicarakan dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai satu diantara BUMN di Indonesia, agar bisa meringankan beban mereka,” kata Rini di tengah-tengah pedagang dan masyarakat.
Ia melihat langsung keadaan sejak pukul 15.30 Wita, sembari berkeliling pasar tersebut dan bercengkrama dengan pedagang.
“Sebetulnya kan PNM mempunyai program pinjaman cicilan setiap hari. Saya akan bicarakan upaya untuk meringankan beban mereka. Apakah bunganya dikurangi atau cicilannya lebih ringan, karena pengunjung belum banyak,” terangnya.
Ia juga memaklumi, sepinya pedagang menjadi keluhan pedagang di lokasi yang baru ini.
“Ya mungkin nanti BUMN juga membuat program apa di lokasi ini, sehingga makin banyak pelanggan yang tahu dan datang,” jelasnya.
Sehingga pendapatan pedagang bisa naik, mengingat banyak pedagang yang mengeluh penjualannya menurun dibandingkan saat berjualan di lokasi sebelumnya.
Pemimpin Cabang PNM Denpasar, Akhmad Suhandi mengatakan, pihaknya telah memberikan keringanan kepada pedagang korban kebakaran.
“Sesuai arahan menteri, kami telah melakukan reschedule atau jadwal ulang bagi debitur yang pinjamannya telah jatuh tempo di pasar Badung,” ungkapnya.
Tetapi, kata dia, kebanyakan pedagang enggan mengambil kemudahan ini, karena tidak ingin menunggak lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menteri-bumn-rini-soemarno-tinjau-pedagang-relokasi-pasar-badung_20160611_190236.jpg)