Perajin Perak Asli Bali Ini Harapkan Bantuan Promosi Kerajinannya
Kerajinan yang dibawanya mulai dari tempat tirta, bokor yang semuanya terbuat dari perak asli Bali.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketut Muja (53), perajin asal Klungkung secara bertahap menjelaskan kepada dewan juri terkait dengan kerajinan perak yang dibuatnya.
Ia menjelaskan satu persatu kerajinan yang dibawanya mulai dari tempat tirta, bokor yang semuanya terbuat dari perak asli Bali.
Ia pun menyisipkan pesan yang mendalam dari lomba yang baru pertama kali digelar ini agar nantinya bisa mempromosikan kerajinan Industri Kecil dan Menengah dari kerajinannya.
“Harapan saya sebagai pengrajin tentu nanti agar kami dipromosikan. Agar kerajinan kami laku dan banyak orang mengenal kerajinan kami,” jelasnya dalam lomba desain tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), tenun Cag cag, dan desain emas/perak dalam rangka PKB ke 38, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Bali, Kamis (23/6/2016).
Ia pun mengatakan barang kerajinannya berasal dari perak asli yang dibelinya dari Celuk, Gianyar, Bali.
Ia pun membuat sendiri kerajinannya dengan dibantu oleh anaknya dan terus berinovasi agar hasil kerajinannya dilirik masyarakat umum.
“Saya pengrajin perak berupa alat-alat upacara. Tiang (saya) bikin desain berupa tempat tirta yang bervariasi yang dinamakan Beker, kalau biasanya tempat tirta kan polos,” ujar pemilik IKM Tahta yang bertempat di Klungkung ini.
Satu diantara dewan juri yakni Dr. Nyoman Suardina, mengatakan bahwa penilaian lomba yakni terkait dengan inovasi dan desain dari kerajinan.
Dimana nilai estetika menjadi yang utama dalam penilaian.
“Kombinasi yang baru, kalau perak mungkin desain saja. Utamanya pandangan pertama estetika, baru dilihat detailnya. Misalnya seperti di tenun ada tekniknya juga, batik sama songket perpaduan yang baru,” jelasnya.
Ia pun mengatakan ada empat juri yang menilai dengan penilainnya masing-masing. Sedangkan untuk hari pertama ada 22 penrajin tenun dan 10 pengrajin perak yang mengikuti lomba. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/perak_20160623_151940.jpg)