Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pelawak Dolar Diantar Ratusan Orang ke Tempat Peristirahatan

Dolar meninggal setelah berjuang melawan sakit jantung, stroke dan kencing manis yang sudah ia idap sejak beberapa tahun yang lalu.

Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/I Dewa Made Satya Parama
Suasana saat upacara ngaben Dolar berlangsung di Setra Banjar Siladan, Taman Bali, Bangli, Bali, Sabtu (16/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandangan Komang Edi Suandana (30) tak berpaling sedikit pun saat melihat prosesi ngaben ayahnya, Wayan Tarma atau lebih dikenal dengan Dolar di Setra Banjar Siladan, Taman Bali, Bangli, Bali, Sabtu (16/7/2016).

Ratusan orang juga turut menemani jenazah Dolar di tempat peristirahatan terakhirnya.

Meskipun mengaku sudah mengikhlaskan kepergian pelawak legendaris tersebut, rasa sedih dan kehilangan ayahnya masih dirasakannya.

Dolar meninggal setelah berjuang melawan sakit jantung, stroke dan kencing manis yang sudah ia idap sejak beberapa tahun yang lalu.

“Masih sedih, tapi saya sudah mengikhlaskan kepergian beliau,” tutur anak ketiga Dolar yang disebut-sebut sebagai penerus mendiang.

Untuk menerusi jejak almarhum sebagai pelawak lokal, Suandana belum bisa memastikan hal tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved