Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konsultasi Psikiater

Hati-hati Bila Suami Ikut Beri Komentar di Media Sosial Teman Kita

Konsultasi Psikiater oleh: Prof Dr Luh Ketut Suryani, SKj. Pembaca bisa mengirimkan pertanyaan ke email: redaksi.tribunbali@gmail.com/ 081337681001

Editor: Irma Yudistirani
Tribun Jambi
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selamat malam Prof. Perkenalkan, nama saya Lia, usia 27 tahun. Saya sudah menikah dan dikaruniai 2 anak. Sebagai seorang ibu pekerja, saya disibukkan oleh kewajiban mengurus rumah tangga dan juga rutinitas sebagai karyawan.

Bersyukur saya memiliki suami yang tidak membatasi saya untuk sesekali bersosialisasi dengan teman-teman saya.

Dalam hubungan kami, saya kenal dan tahu semua teman-teman suami saya. Begitu pun suami, tahu dan mengenal semua teman-teman saya.

Suatu ketika, suami saya ikut memberikan komentar pada akun media sosial seorang teman saya. Seorang teman saya salah paham dan tersinggung atas komentar suami saya.

Saat itu komentar suami saya adalah menanyakan tentang kapan teman saya tersebut menikah?

Suami saya lalu mengklarifikasi bahwa dia tidak ada maksud menyudutkan teman saya tersebut, karena sebelum-sebelumnya suami saya sering bercanda tentang hal-hal pribadi teman-teman saya, dan tidak pernah menjadi suatu permasalahan.

Tidak pernah ada teman-teman saya yang tersinggung termasuk teman saya tersebut.

Pada awalnya setelah kejadian itu, saya berniat untuk tidak 'turun tangan' dengan mengkonfrontasi langsung teman saya atau membuat status-status menyindir seperti yang dilakukannya di akunnya.

Hingga dia menyindir suami saya pada percakapan media sosial lainnya antara saya, dia dan beberapa teman lainnya.

Saya merasa tidak dihargai sebagai seorang teman. Setelah sikap saya yang berusaha untuk berkepala dingin dan tetap ingin menjaga pertemanan dengannya, dibalas dengan komentar-komentar yang menyindir suami saya secara terus-menerus.

Dia pun mengakui bahwa dia memang bermaksud menyindir suami saya setelah saya mengkonfrontasi langsung dengan menanyatakan padanya, "Kalau yang kamu sindir itu suamiku, tidak ada gunanya di sini karena suamiku tidak ada dalam grup percakapan ini."

Jawabnya: "Oh, aku kira suamimu yang baca percakapan-percakapanmu dengan teman-temanmu di grup percakapan ini”.

Apa yang harus saya lakukan Prof? Saya sangat menyadari setelah semua ini, persahabatan kami selama 7 tahun ini, tidak bisa seperti semula lagi. Terimakasih atas sarannya Prof. (*)

Jawaban:

Lia yang manis,

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved