Berkat Medsos, Bukit Asah Kian Terkenal, Telkomsel Target 30 Persen Pelanggan
Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, kini menjadi satu diantara destinasi favorit di Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, kini menjadi satu diantara destinasi favorit di Bali.
Boomingnya destinasi ini tak lepas dari peran sosial media, yang memberikan informasi kepada masyarakat luas di Bali dan Indonesia.
Mulai dari facebook, instagram, twitter dan media sosial lainnya menampilkan keindahan panorama hamparan bukit hijau dengan pemandangan birunya laut Karangasem, yang sesekali dilewati cruise dan kapal nelayan.
Walaupun terletak di timur Bali, yang tergolong remote area, namun masyarakat tetap bisa mengupload foto ataupun video di lokasi ini.

Satu diantaranya, diakui oleh pengguna Simpati bernama Ida Bagus Adi Saputra.
Pria asal Mas, Ubud, Gianyar ini berkali-kali mengupload fotonya ke instagram saat berada di Bukit Asah.
“Signal Telkomsel bagus, walaupun ini daerah perbukitan. Saya tetap bisa mengunggah foto di media sosial,” sebutnya kepada Tribun Bali, Kamis (18/8/2016) di Bukit Asah, Karangasem.
Ia mengaku hanya membutuhkan waktu 2 sampai 4 detik untuk mengunggah foto-foto tersebut.
Terkenalnya Bukit Asah, memberi cipratan rejeki bagi masyarakat setempat, khususnya kaum ibu rumah tangga.
Pasalnya, dengan bertambahnya kunjungan masyarakat, warga setempat berkesempatan mengais pundi dari berjualan makanan dan minuman, bisnis sewa tenda, hingga menjajakan jasa ojek.
“Kalau saya sudah hampir 2 tahun jualan di sini, sejak boomingnya Bukit Asah karena terkenal di medsos,” kata Luh Suciani.
Pegadang makanan dan minuman ini, sebelumnya hanya ibu rumah tangga dan terkadang bekerja sebagai tenaga tata usaha di SMA setempat.
Namun hasil bekerja sebagai TU, tidak sebanyak dibandingkan saat ia berjualan, sehingga ia memilih fokus berjualan di Bukit Asah.

“Biasanya kalau hari biasa, saya jualan dari pukul 10.00 Wita sampai 18.00 Wita. Kalau hari libur dan weekend saya jualan dari pukul 08.00 Wita sampai 19.00 Wita,” kata wanita yang kerap disapa Ani ini.
Ia mengatakan, saat hari libur kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara membludak sehingga berimbas ke pemasukannya.
Jika hari biasa ia bisa meraup pemasukan sebesar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per hari, maka saat ramai kunjungan ia mampu meraup pemasukkan hingga Rp 300 ribu per hari.
Untuk itu, ia pun ikut mempublikasikan dan mempromosikan Bukit Asah melalui media sosial facebook.
“Terkadang saya unggah foto-foto bukit saat rumputnya hijau setelah musim hujan, biar semakin banyak yang datang. Beruntung signal Telkomsel sangat bagus di sini, sehingga saya mudah menggungah foto,” ujarnya lalu tersenyum simpul.
Ani menceritakan, sebelumnya Bukit Asah hanya lokasi memancing dan perkebunan warga saja, sebelum menjadi destinasi pilihan favorit di Karangasem dan Bali.
Cerita ini diamini oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, I Wayan Purna.
Lanjutnya, sejak 4 tahun Bukit Asah mulai dikenal masyarakat sebagai lokasi unik dan indah di Karangasem.
Sedangkan boomingnya, sejak dua tahun yang lalu karena peran media sosial.
“Kalau dulu kan wisatawan tahunya hanya Virgin Beach saja, tetapi sejak media sosial ramai menampilkan gambar, video mengenai Bukit Asah. Banyak wisatawan lokal dan asing yang berdatangan,” jelasnya.
Untuk itu, Ia mengapresiasi Telkomsel, sebagai satu diantara perusahaan operator telekomunikasi seluler yang menginvestasikan broadband di Karangasem.
Sehingga mampu membantu pengembangan Karangasem, khususnya destinasi-destinasi baru kepada dunia.
“Broadband dan media sosial memang sangat membantu promosi, bahkan terkadang ada sebuah destinasi yang kami belum tahu sudah terkenal duluan di media sosial,” sebutnya lalu tertawa.
Hingga akhir tahun 2016, pihaknya menyediakan dana promosi hingga Rp 700 juta baik untuk promosi dalam dan luar negeri.
“Harapan kami, Telkomsel meningkatkan jaringannya di wilayah Karangasem, khususnya di lokasi yang masih memiliki destinasi tersembunyi, sehingga memajukan Karangasem ke depannya,” imbuhnya.
GM Sales Telkomsel Regional Bali-Nusa Tenggara, Ihsan, menyebutkan jumlah base transceiver station (BTS) Telkomsel yang tersebar di Karangasem lebih dari 100 BTS.
Wilayahnya, kata dia, meliputi Kecamatan Abang, Bebandem, Karangasem, Kubu, Manggis, Rendang, Selat, dan Sidemen.
“Pada dasarnya broadband mempermudah telekomunikasi masyarakat, karena masyarakat Indonesia dan Bali memiliki hak dalam pelayanan telekomunikasi dan jaringan yang baik,” katanya.
Jaringan yang baik, kata dia, akan membantu pertumbuhan ekonomi suatu tempat. Sebab broadband memudahkan akses informasi, sarana promosi dan sebagainya.
Untuk memaksimalkan ini, Telkomsel Bali-Nusa Tenggara, telah menggelar lebih dari 2.000 BTS 2G, 3G, dan 4G tersebar di Bali.
Khusus untuk Bukit Asah, yang berada di wilayah Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.
Ihsan menyebutkan telah ada lebih dari 70 BTS 2G dan lebih dari 50 BTS 3G di wilayah Kecamatan Karangasem.
“Untuk jumlah pelanggan data di Kabupaten Karangasem itu lebih dari 53 ribu pelanggan pada data awal Agustus 2016. Target kami, penambahan jumlah pelanggan di Kabupaten Karangasem hingga 30 persen sampai akhir tahun 2016 ini,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/telkomsel_20160818_225237.jpg)