Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis

Dirut Utama BSI Beri Bibit Pohon Anthurium Kepada Nasabah di Bali, Ini Pesan yang Disampaikannya!

BSI menggelar kampanye Kartini Cerdas, Bumi Lestasi dalam rangka peringatan Hari Konsumen, Hari Kartini dan Hari Bumi tersebut. 

Tribun Bali/ISTIMEWA
POHON - Salah satu nasabah BSI (kiri) menerima bibit pohon anthurium, dari Direktur Utama BSI Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah) di kantor BSI KC Renon. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Hari ini lebih dari 10 ribu nasabah Perempuan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, mendapat dan menanam pohon secara serentak. 

Pohon tersebut adalah bentuk apresiasi bank, atas loyalitas nasabah kepada BSI yang diberikan dalam rangka melayani sepenuh hati, memperingati Hari Konsumen, Hari Kartini sekaligus Hari Bumi di Indonesia yang jatuh bertepatan pada tanggal 20, 21 dan 22 April 2026. 

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, berkesempatan menyapa dan memberikan apresiasi langsung berupa bibit pohon Anthurium kepada nasabah di BSI KC Denpasar, Bali

Sementara Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Anantara, Direktur Distribution and Sales Anton Sukarna serta Direktur Compliance and Human Capital Arief Adhi Sanjaya, juga menyambut dan menyapa nasabah yang datang ke beberapa cabang di DKI Jakarta sembari menyerahkan pohon untuk ditanam. 

BSI menggelar kampanye Kartini Cerdas, Bumi Lestasi dalam rangka peringatan Hari Konsumen, Hari Kartini dan Hari Bumi tersebut. 

Baca juga: MENDIANG Siswa Korban Tabrak Lari Dikenal Sosok Disiplin, Keluarga SMAN 1 Melaya Juga Ikut Berduka!

Baca juga: BMKG Jelaskan Alasan 2 Hari Terakhir Bali Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasannya!

Pada hari ini, setiap 10 nasabah perempuan pertama yang datang pertama memperoleh satu batang pohon untuk ditanam di rumah masing-masing. Hingga posisi Maret 2026, BSI memilki 1.130 cabang di seluruh Indonesia sehingga total pohon yang ditanam lebih dari 10 ribu. 

Dukungan pada ekonomi hijau (sustainability) dan juga mendorong kemajuan perempuan Indonesia adalah komitmen perusahaan. Saat ini 41 persen dari 16 ribu pegawai BSI adalah perempuan. 

Begitupun dalam hal pemberdayaan ekonomi, di mana 47 persen dari nasabah UMKM adalah kaum Perempuan.  “Kami ingin terus mendorong Perempuan Indonesia maju dan berdaya secara ekonomi,” ujar Eko Cahyo, Rabu 22 April 2026.

Perseroan juga fokus menggelar program edukasi serta pemberdayaan kepada kaum Perempuan. Di antaranya kepada nelayan di Sulawesi Selatan dan pembatik di Jawa Tengah melalui program desa binaan.

Terkait sustabinability, BSI juga menerapkan strategi sustainable banking, sustainable operation, serta beyond banking. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Dalam implementasinya, BSI aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor sustainable, ramah lingkungan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengurangan jejak karbon dan penggunaan sumber daya secara bijak.

Per Desember 2025, BSI menyalurkan pembiayaan sustainability mencapai Rp73,2 triliun dimana 21 persen khusus pada portofolio pembiayaan hijau atau sekitar Rp15,66 triliun. BSI juga memiliki sukuk keberlanjutan tahap II sebesar Rp5 triliun.

Pada pilar sustainable operation, perseroan mengimplementasikan kegiatan operasional ramah lingkungan meliputi pembangunan gedung ramah lingkungan, peluncuran jejak karbon digital, penempatan 11 panel surya di desa binaan BSI dan kantor cabang, SPKLU,kendaraan operational EV, dan 70 mesin RVM (recycle vending machine) di Jabodetabek dan Bali.

"BSI akan terus bertransformasi menjadi bank syariah yang memiliki kinerja unggul dengan tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan. Perseroan menjalankan lini bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas," imbuh Eko Cahyo.

Di aspek lain sosial dan beyond banking diwujudkan melalui optimalisasi peran ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan sosial. Selama 5 tahun terakhir, BSI menyalurkan Rp1,05 triliun zakat yang digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat tidak mampu agar naik kelas menjadi berdaya dan memiliki ekonomi lebih layak.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved