Polisi Tewas di Pantai Kuta
‘Terkuak’ Sara Tarik Sang Polisi, David James Taylor Pukul Aipda Sudarsa Pakai Teleskop!
David sempat mengelak ketika dicecar 53 pertanyaan pada pemeriksaan beberapa hari lalu
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Tersangka kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa, David James Taylor mengaku sempat memukul korban di Pantai Kuta.
Sebelumnya, David sempat mengelak ketika dicecar 53 pertanyaan pada pemeriksaan beberapa hari lalu.
(Ini Kronologi David Bunuh Aipda Wayan Sudarsa dengan Benda Tajam di Kuta)
Pengakuan itu disampaikan David kepada penyidik di Polresta Denpasar, Senin (22/8/2016).
(Begini Perseteruan Berujung Kematian Aipda Wayan Sudarsa, David Sebut Polisi Gadungan)
"David dalam pertanyaan yang ke 20 akhirnya mengakui ada pergulatan dengan korban," kata Kuasa Hukum David, Haposan Sihombing kepada awak media, Senin (22/8/2016).
Menurut Haposan, motif hingga terjadi kontak fisik itu antara David dan Aipda Sudarsa belum terungkap jelas.
Namun, kliennya mengaku keduanya sempat berkelahi.
Usai berkelahi, Sara menarik Aipda Sudarsa lalu David mengambil teleskop yang tergantung di leher korban lalu dipukulkan ke kepala korban sebanyak dua kali.
"Usai pergulatan itu, Sara menarik polisi itu (korban, red). Dan David melihat ada keker (teleskop, red) di leher korban, dan dipukulkan ke kepala korban sebanyak dua kali," urainya.
Selain itu, David menceritakan saat dirinya dan Sara ke bibir pantai, ia melihat ada seseorang di belakangnya.
David belum menjelaskan apakah orang yang dilihatnya itu adalah Aipda Sudarsa atau orang lain.
Kemudian, sekembalinya dari bibir pantai, keduanya melihat tas Sara hilang.
Keduanya sempat menanyakan pada Aipda Sudarsa namun, kemudian David dan Aipda Sudarsa terlibat perkelahian.
Sara Ngaku Pahanya Digigit Aipda Wayan Sudarsa
Kuasa Hukum Sara, Erwin Siregar mengatakan dalam pemeriksaan itu Sara mengaku bekas gigitan di pahanya itu karena digigit Aipda Wayan Sudarsa.
"Kalau bekas gigitan itu kata Sara digigit oleh orang telungkup itu (korban Aipda Sudarsa)," katanya, Senin (22/8/2016).
Ikhwal gigitan itu bermula saat Sara mencari tasnya yang hilang.
Ketika itu Sara melihat ada orang dalam kondisi telungkup di tepi Pantai Kuta.
Diketahui kemudian sosok itu adalah Aipda Wayan Sudarsa, ketika itu Sara tidak tahu bahwa Aipda Wayan Sudarsa adalah anggota polisi.
Melihat dalam posisi telungkup, lanjut Erwin, Sara kemudian mengoncang-goncangkan badan korban dan menanyakan dimana tasnya.
"Seketika itu kemudian Sara digigit," urainya.
Dalam materi pemeriksaan mengurai mengenai terakhir kali mereka meninggalkan pantai.
Dan terakhir, mereka kembali dari pantai sekitar pukul 01.00 Wita hingga 01.30 Wita.
Kemudian, sesampai di home stay, mereka mandi dan meninggalkan home stay.
Mereka sempat membeli rokok, setelah itu mereka terbangun sekira pukul 07.30 Wita.
Dan momen bangun pagi itu, seperti kebiasaan Sara waktu di Australia.
"Ketika bangun mereka sempat berseteru. Sara hanya kebingungan dengan tasnya yang hilang," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sarah-connor_20160821_120039.jpg)