Kebakaran di Denpasar
BREAKING NEWS: Dapur Tradisional di Sumerta Kelod Bali Hangus Terbakar, Damkar Terhalang Gang Sempit
Karena material dapur didominasi bahan yang mudah terbakar, api dengan sangat cepat membesar dan merembet
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebuah dapur tradisional semi permanen di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali hangus dilalap api pada Selasa 19 Mei 2026 pagi.
Insiden ini dipicu oleh percikan api saat I Ketut Lipog (78) melakukan aktivitas memasak menggunakan tungku kayu bakar hingga memicu kobaran api yang membulat, sebagaimana disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya.
"Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu korban sedang melakukan aktivitas memasak dengan kayu bakar di dapur tradisionalnya," ujar Iptu Gede Adi.
"Tiba-tiba percikan api yang ada di dalam tungku tidak sengaja terjatuh dan menyambar tumpukan kayu bakar yang disiapkan di sebelah tungku," imbuhnya.
Baca juga: PKK Badung Bali Buka Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran: Ibu Rumah Tangga Garda Terdepan Keluarga
Karena material dapur didominasi bahan yang mudah terbakar, api dengan sangat cepat membesar dan merembet ke seluruh area bangunan dapur semi permanen tersebut.
"Korban sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan menyiramkan air dari keran, namun kobaran api sudah terlanjur meluas dan sulit dikendalikan," tutur dia.
Melihat situasi yang kian darurat, Ketut Lipog langsung menghubungi anaknya, I Ketut Sukrata (42), yang saat itu sedang berada di tempat kerja untuk meminta bantuan.
I Ketut Sukrata menerangkan bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari sang ayah sekitar pukul 06.30 Wita, yang mengabarkan dapur mereka mengalami kebakaran.
Mendengar hal tersebut, ia langsung bergegas pulang untuk mengecek keadaan dan memastikan kedua orang tuanya dalam keadaan selamat.
Setibanya di rumah, Sukrata segera meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
Tidak berselang lama, tiga unit truk pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Namun, petugas sempat menghadapi kendala teknis di lapangan akibat kondisi geografis pemukiman yang padat.
"Tim pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan untuk memasuki akses ke dalam titik lokasi karena kondisi gang yang sempit," bebernya.
"Petugas akhirnya harus menyambungkan beberapa selang pemadam agar air bisa menjangkau area dapur yang terbakar," jelas Iptu Gede Adi.
Setelah perjuangan ekstra dari petugas, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Akibat insiden ini, satu buah bangunan dapur semi permanen yang terbuat dari kayu beserta tumpukan persediaan kayu bakar di dalamnya hangus total.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kebakaran-dapur-semi-permanen-di-Gang-IV-Jalan-Hayam-Wuruk.jpg)