Heboh, Istri Tewas Bersimbah Darah Setengah Telanjang, Suami Tewas Tergantung
Kedua korban yang tinggal di Jalan Tukad Badung XIV Denpasar ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kamar kos nomer 19 yang dihuni Mangku Kadek Supartayasa (58) dan Desak Gede Yuliartini (36), pintunya tertutup rapat sejak dua hari.
Tetangga kos yang curiga dengan itu, mendobrak pintu dan menemukan pasangan ini tewas.
(Polisi Temukan Surat Gugatan Cerai di TKP Tewasnya Pasutri Mangku dan Desak)
Hasil penyidikan polisi, diduga Supartayasa menghabisi istrinya, lalu bunuh diri.
Kedua korban yang tinggal di Jalan Tukad Badung XIV Denpasar ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Supartayasa menggantung di plafon kamar mandi.
Sedangkan Yuliartini tersungkur bersimbah darah di lantai kamar mandi.
Posisi keduanya berdekatan.
Dugaan Supartayasa yang menghabisi istrinya ini dikatakan oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo yang ikut dalam olah TKP.
Ia menyatakan, Yuliartini sempat mengalami penganiyaan terlebih dahulu sebelum tewas.
“Jika dilihat dari temuan di TKP, ada penganiayaan. Dari awal dicekik dan kemudian kepalanya dibenturkan di dinding lantai dan menyebabkan luka dan meninggal dunia di tempat," ucapnya di tempat kejadian perkara, Denpasar, Bali, Selasa (23/8/2016).
Setelah mengetahui sang istri tewas, kemungkinan Mangku merasa bersalah dan memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri.
Kapolresta Denpasar belum bisa mengetahui pasti penyebab utama Mangku melakukan penganiyaan.
“Pemicunya kami belum ketahui pasti, nanti kami periksa saksi-saksi tetangga kosnya. Tapi motifnya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” tuturnya.
Penemuan jenazah pasangan suami istri sah ini menghebohkan para tetangga, penghuni kos lain, Putu Juniari menuturkan sepasang suami istri ini baru tinggal di kos itu kurang lebih 1 bulan.
Awal mula penemuan jasad ini bermula dari penghuni kos lainnya yang curiga sudah dua hari pintu kamar tertutup rapat.
“Biasanya keluar ke warung belakang, ngobrol sama tetangga. Tapi sudah dua hari seperti tidak ada aktivitas di kosnya” ujar tetangga kos, Anita.
Merasa ada yang aneh dengan pasangan itu, Anita bersama Putu Juniari memutuskan menelepon pemilik kos pukul 11.00 Wita.
Setelah itu, pecalang pun datang dan mencoba menggedor kos nomor 19 itu, tak ada suara juga terdengar.
Kemudian dicoba membuka pintu kamar dengan kunci cadangan, namun gagal karena kunci pintu masih tertancap dari dalam.
“Kemudian dipanggil tukang kunci lalu dibongkar, lalu terlihat yang cowok (Mangku) sudah menggantung di kamar mandi kos. Setelah diteliti lagi di bawahnya ada istrinya juga,” jelasnya.
Keterangan lain menyebutkan mendengar suara gaduh kemarin malam (22/8/2016) yang bersumber dari kosan penemuan mayat itu.
“Katanya ada yang sempat mendengar suara gaduh, tapi tidak tahu pasti karena apa” tuturnya.
Mangku ditemukan tewas tergantung di tiang kamar mandi dengan seutas tali tambang plastik berwarna biru.
Mangku mengenakan celana pendek warna hitam, baju lengan pendek berwarna hitam pukul 14.00 Wita.
Sedangkan korban wanita ditemukan telentang di kamar mandi dengan hanya mengenakan pakaian berwarna merah tanpa mengenakan celana dalam atau setengah telanjang.
Wanita kelahiran Sesetan, Denpasar ini ditemukan persis setengah meter di bawah sang suami yang tergantung.
Pada kepala bagian belakang Yuliartini ditemukan luka robek sepanjang 5 cm.
Kedua jenazah kemudian dievaukasi oleh Pusdalops BPBD Provinsi Bali untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar atau visum. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-semasa-hidup_20160824_113324.jpg)