Bagaimana Kelanjutan KIP Di Bali?,Gubernur Pun Tidak Tahu
“Saya tidak tahu itu sampai dimana, saya juga tidak tahu kepada siapa diberikan,” jawabnya ketika merespon pertanyaan media soal keberlanjutan KIP
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengaku tidak mengetahui secara pasti sampai dimana keberlanjutan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Bali.
“Saya tidak tahu itu sampai dimana, saya juga tidak tahu kepada siapa diberikan,” jawabnya ketika merespon pertanyaan media soal keberlanjutan KIP di Denpasar, Selasa (30/8/2016).
Ia mengatakan bahwa tujuan dari program ini baik untuk memberikan beasiswa kepada masyarakat miskin tetapi kadang permasalahannya ada di pelaksanaannya.
“Tujuannya baik, tetapi pelaksanaannya. Karena politisi itu menjalankan janji kampanye, Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota itu pejabat politik. Birokrasi bekerja berdasarkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria. Kartu Indonesia Pintar ini juga dicari dimana masalahnya, nanti dimana penyalurannya apakah bansos, hibah atau dimana,” jelasnya.
Ia pun mengatakan untuk menguji Calon Gubernur Bali selanjutnya bisa dilihat dari janji kampanye dan programnya serta bagaimana ia mencapai hal tersebut.
“Cara ngujinya lihat dari janji program dan dari mana uangnya untuk jalankan program itu. Harus kasi kriteria tadi, janjinya nanti darimana uangnya. Kita cari (Calon Gubernur) jangan emosional tetapi harus rasional,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kip_20160731_162209.jpg)