Jelang Perayaan Galungan, Jenazah Penuhi Kamar Mayat RSUP Sanglah
Pengawetan dengan formalin bukan untuk menghentikan pembusukan melainkan hanya berfungsi untuk menghambat jalannya proses pembusukan
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menjelang Galungan RSUP Sanglah menerima penitipan jenazah oleh masyarakat yang memeluk agama Hindu.
Sampai saat ini, sekitar 33 jenazah titipan telah diterima oleh pihak Forensik RSUP Sanglah.
Saat ditemui di ruangannya, Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi mengatakan penitipan jenazah sudah dimulai sejak Selasa (30/8/2016).
Dudut menjelaskan forensik biasanya menampung jenazah lebih banyak dari biasanya pada hari raya besar seperti Nyepi, Galungan, dan Kuningan.
Untuk jangka waktu penitipan jenazah bervariasi mulai dari keluarga yang mengambil jenazah sehari setelah Galungan dan ada juga keluarga yang baru mengambil jenazah saat Kuningan usai.
Permintaan penitipan jenazah dengan formalin juga ikut meningkat karena kapasitas frezzer yang dimiliki oleh RS Sanglah hanya berjumlah 14 unit.
“33 jenazah itu masing-masing terdiri dari 23 yang di titipkan pakai peti, dan 10 lainnya dititipkan di dalam freezer (lemari es),” ujar Dudut.
Dudut menerangkan forensik juga menyimpan stok formalin sebanyak 70 liter di gudang forensik untuk mengantisipasi kekurangan atau habisnya formalin selama Galungan.
“Nyepi, Galungan, atau hari raya besar kami sudah terlatih. Sekarang bangunannya juga sudah lebar. Petinya nanti dijejer-jejer. Setiap tiga hari sekali jenazahnya selalu di cek,” tambah Dudut.
Dudut mengutarakan pengawetan dengan formalin bukan untuk menghentikan pembusukan melainkan hanya berfungsi untuk menghambat jalannya proses pembusukan.
Biasanya formalin dapat mengawetkan mayat selama sebulan namun terus dilakukan pemantauan untuk mengecek kondisi jenazah.
Apabila jenazah mulai mengalami perubahan mengarah ke pembusukan, formalin akan kembali dimasukkan ke tubuh jenazah melalui otot.
“Formalin tidak bisa menghentikan proses pembusukan. Jenazah akan tetap mengecil dan warna kulitnya menghitam karena proses pembusukan,” jelas Dudut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kamar-mayat_20160902_194255.jpg)