Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

CT Lahirkan Anak AA Gatot, Polisi Masih Bingung Laporan Perkosaan

Pelecehan seksual itu dilakukan saat perempuan beranak satu ini mulai menjajaki profesinya sebagai penyanyi latar di usia 16 tahun.

Editor: Irma Yudistirani
Tribunnews
Gatot Brajamusti saat berakting di Film DPO. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ayah kandung Gatot Brajamusti, KH Dudung (76), rupanya sudah melihat sendiri kondisi putra sulungnya itu, sesaat ketika Gatot diamankan di petugas Mapolres Mataram beberapa waktu yang lalu.

Dudung menjelaskan bagaimana sikap Gatot ketika ia berhadapan langsung dengan dirinya.

"Dia (Gatot) sambil tunduk di depan bapak saking malunya. Karena dia pasti merasa orangtua mah tidak pernah mengajarkan hal buruk," kata KH Dudung sambil membenarkan letak kopiahnya.

Kini, pria paruh baya itu hanya tinggal menunggu informasi terbaru mengenai pemeriksaan Gatot.

Jika nantinya Gatot harus kembali menjalani serangkaian pemeriksaan di Mataram, bukan tak mungkin Dudung akan kembali menjenguk ke sana.

Ia mengaku ingin sekali melihat dan memberi motivasi untuk anak sulungnya itu.

"Suatu saat nanti Insya Allah (jenguk Gatot di Mataram), bapak ingin menegarkan dia. Karena saat di Lombok, dia kelihatan sekali segar. Kata adiknya itu karena saya tidak marah. Dia janji kembali ke jalan yang benar," kata Dudung.

"Ini sudah nasib bapak, bapak ikhlas, mohon doanya saja," ujar Dudung pasrah.

Sementara itu,terkait kasus pemerkosaan tersangka penyalahgunaan narkotika golongan I (sabu‑sabu), Aa Gatot Brajamusti, melalui pengacaranya, Irfan Suryadiata, berencana melaporkan balik CT (26), terkait pencemaran nama baik yang disangkakan telah melakukan pemerkosaan.

"Kalau dia melaporkan yang tidak benar, tentunya yang merasa dirugikan atas tuduhan itu bisa mengambil langkah hukum dan itu pasti kita lakukan, tidak mungkin kita diam saja," kata Irfan Suryadiata.Suryadiata mengungkapkan hal itu seusai mendampingi kliennya,

Gatot Brajamusti, yang dipulangkan dari proses pengembangan penyidikan di Jakarta.

Ketua Parfi ini tiba di Rutan Polda NTB sekitar pukul 18.30 WITA, dengan pengawalan ketat polisi.

Terkait perkembangan kasus yang bertubi‑tubi menghujam kliennya itu, Irfan bersama timnya berkomitmen akan mendampinginya hingga kasus tersebut tuntas.

"Untuk kasus yang baru dilaporkan ini, jelas akan kita dampingi. Kita berkomitmen akan terus melakukan pembelaan dan tentunya mengikuti seluruh tahapan yang dilakukan polisi," ujarnya.

Namun saat disinggung kembali terkait rencana akan melaporkan balik CT, Suryadiata belum dapat memastikan waktunya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved