Pastika Semprot Soal Tenaga Kerja Setelah Lihat Ahli Mesin Belajar Laundry Untuk Jadi House Keeping
Sarjana agama jadi tenaga kontrak di samsat, apa urusannya disitu, nah ini berarti harus ada evaluasi
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan bahwa bukan hanya masalah perhubungan yang menjadi sorotan dari dirinya.
Melainkan juga masalah tenaga kerja dan tuntutan perubahan akan lowongan lapangan kerja tersebut.
Ia menjelaskan mengenai pasar kerja apa yang sebenarnya diperlukan dan dibutuhkan oleh Bali kedepannya.
Yang bukan hanya menjiplak pelatihan kerja sebelumnya tanpa melihat tantangan pekerjaan kedepannya.
“Jangan mencetak tenaga kerja yang kita sudah capek-capek mencetaknya, habis duit nanti ga laku, atau dia sendiri gamau kerja itu. Carilah apa yang diinginkan, harus ada survey dulu, jangan hanya karena program itu dahulu dibikin, sekarang itu dibikin lagi,” jelasnya selepas pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat Eselon II di Lingkungan Pemprov Bali, di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (6/10/2016).
Ia mengatakan bahwa seorang pejabat tinggi eselon II itu harus memanajemen perubahan, karena eselon II itu levelnya pemimpin strategis, bukan lagi operasional.
Yang paling penting bagaimana mengelola perubahan dan harus tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
“Kemarin saya ke BLK (Balai Latihan Kerja), melihat anak-anak kita latihan laundry untuk menjadi house keeping. Ternyata mereka jurusan mesin, apa mau benerin mesin laundry, ini kan ga cocok. Sarjana agama jadi tenaga kontrak di samsat, apa urusannya disitu, nah ini berarti harus ada evaluasi,” jelas mantan kapolda Bali ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pastika_20161006_122554.jpg)