Ida Bagus Gede Sidharta Kembali Pimpin PHRI, Rai Mantra: Menyimpang Dari Budaya Harus Dikembalikan
Gusde sapaan akrabnya, akan melanjutkan tugas-tugas sebelumnya yang telah menjadi fondasi PHRI BPC Denpasar
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Secara aklamasi, tampuk kepemimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Denpasar, kembali diamanatkan pada Ketua PHRI BPC Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, dalam keputusan Musyawarah Cabang (Muscab) II di Lumintang, Denpasar, Jumat (21/10/2016).
Gusde sapaan akrabnya, akan melanjutkan tugas-tugas sebelumnya yang telah menjadi fondasi PHRI BPC Denpasar.
“Salah satunya adalah pembenahan organisasi, profesionalisme, lalu mendukung program-program pemerintah dalam mengimplementasikan quality tourism. Kami juga menerapkan konsep pariwisata berbasis budaya di Denpasar, dan menyelesaikan tugas-tugas sebelumnya,” katanya.
Walikota Denpasar, IB Rai Mantra mengingatkan PHRI BPC Kota Denpasar agar tetap mengutamakan konsep pariwisata berbasis budaya yang telah disepakati.
“Karena kita menginginkan suistainable tourism, jadi kalau ada yang menyimpang dari konsep budaya harus dikembalikan ke posisinya,” jelas pria yang kerap dipanggil Gus Mantra ini.
Pasalnya, kata dia, pada tahun 2015 PBB telah menyatakan budaya merupakan pusat pembangunan, begitupun pada even World Culture Forum yang menggaungkan bahwa budaya adalah pusat kemakmuran.
Sehingga pariwisata berbasis budaya harus menjadi akar tourism di Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/phri_20161021_183708.jpg)