Kebakaran di Denpasar
Sisa Bakaran Bambu Tak Padam Sempurna, Bedeng dan Pelinggih di Denpasar Bali Ludes Terbakar
pengelola pembuangan puing bangunan tersebut, sempat membakar bambu kering di lokasi pada Jumat 17 April pagi hingga sore hari.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kebakaran melanda sebuah lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan puing bangunan serta sebuah bangunan bedeng.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Bukit Indah, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, Denpasar Barat, Bali, hangus dilalap si jago merah pada Sabtu 18 April 2026 siang, sekitar pukul 12.30 WITA.
Kebakaran disebabkan kelalaian dalam memadamkan sisa pembakaran sampah.
Tak hanya menghanguskan bedeng, api juga merembet dan merusak atap ijuk sejumlah pelinggih milik warga setempat.
Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Kompleks Pertokoan di Klungkung, Asap Pekat Mengepul dari Dalam Ruko
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran bambu kering yang dilakukan sehari sebelumnya.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, api dengan cepat membesar karena material di lokasi didominasi puing bangunan yang mudah terbakar.
"Kebakaran menghanguskan bedeng dan atap pelinggih warga. Dugaan sementara, api berasal dari sisa pembakaran puing bangunan berupa kayu atau bambu yang dilakukan oleh saksi Samsul Hadi pada hari sebelumnya," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Minggu 19 April 2026.
Kronologi bermula ketika Samsul Hadi (60), pengelola pembuangan puing bangunan tersebut, sempat membakar bambu kering di lokasi pada Jumat 17 April pagi hingga sore hari.
Pada Sabtu, sekitar pukul 09.00 WITA, Samsul kembali ke lokasi dan sempat meninggalkannya untuk melaksanakan salat di Masjid Al Furqon pada pukul 11.00 WITA.
Namun, betapa terkejutnya ia saat kembali pada pukul 12.30 WITA, api sudah membumbung tinggi di area bedeng miliknya.
Dalam kondisi panik, Samsul sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember, namun usahanya sia-sia karena api justru semakin mengganas.
Ia hanya sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor, yakni Suzuki Thunder dan Yamaha NMax, sebelum akhirnya terpaku lemas menyaksikan bangunan bedengnya habis terbakar.
"Saksi Samsul Hadi sempat syok melihat api yang sangat besar hingga ia ditenangkan oleh pecalang setempat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi," beber Iptu Adi Saputra Jaya.
Dampak kebakaran ini juga dirasakan oleh tetangga sebelah, Gede Dana Yasa (65).
Pensiunan PNS ini sempat melihat asap hitam membubung dari tumpukan sampah dan berusaha menghubungi petugas pemadam, namun tidak tersambung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sisa-Bakaran-Bambu-Tak-Padam-Sempurna-Bedeng-dan-Pelinggih-di-Denpasar-Bali-Ludes-Terbakar.jpg)