Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Ancaman El Nino “Godzilla” , Klungkung Siaga Krisis Air hingga Kebakaran

Klungkung mulai bersiap menghadapi ancaman  dampak fenomena cuaca ekstrem yang disebut-sebut sebagai “EL NinO Godzilla”. 

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
KEBAKARAN - Kebakaran lahan terjadi di Destinasi Wisata Bukit Teletubies, di Desa Sekartaji, Kecamatan Nusa Penida beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung mulai bersiap menghadapi ancaman  dampak fenomena cuaca ekstrem yang disebut-sebut sebagai “EL NinO Godzilla”. 

Pemerintah daerah mengingatkan potensi krisis air bersih, kekeringan panjang, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan permukiman.

Bupati Klungkung, I Made Satria, telah mengeluarkan surat resmi yang meminta seluruh perangkat daerah hingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Tingkatkan Standar Pelayanan, Bandara Ngurah Rai Bali Naik Lima Peringkat di Skytrax Airport Awards

Langkah ini diambil menyusul prediksi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung dari April hingga Oktober 2026.

Fenomena El Nino kali ini dinilai tidak biasa. Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik disebut jauh lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya, yang berpotensi memicu lonjakan suhu udara dan penurunan curah hujan secara drastis.

Dampaknya tidak hanya terasa pada cuaca. Pemerintah memperkirakan kekeringan bisa merembet ke sektor pertanian, memicu gangguan produksi pangan akibat kondisi tanah yang semakin kering.

Baca juga: Pertukaran Budaya, Kelompok Paduan Suara Mountain View California Kunjungi SDN 1 Kesiman Bali

Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, menegaskan, ancaman kebakaran menjadi perhatian utama. Ia meminta seluruh instansi memperketat pemantauan di wilayah rawan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.


“Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran, termasuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama saat kondisi kering seperti ini,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).


Selain itu, pemerintah daerah juga mulai fokus pada pengamanan ketersediaan air. Optimalisasi sistem irigasi didorong, sementara petani diminta mulai beralih ke tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.


Dari sisi layanan dasar, pemerintah memastikan kesiapan distribusi air bersih, layanan kesehatan, serta logistik darurat jika kondisi memburuk. Penyusunan rencana kontingensi juga dipercepat, termasuk skema pembiayaan untuk penanganan darurat hingga pemulihan.


Direktur Perumda PDAM Panca Mahottama, Nyoman Renin Suyasa, menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah jangka pendek hingga panjang. Mulai dari pemetaan sumber air, kesiapan armada tangki, hingga peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan jaringan pipa untuk mengurangi kebocoran.


Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, memastikan kesiapan penuh tim pemadam. Seluruh personel disiagakan 24 jam, termasuk di wilayah Nusa Penida, dengan dukungan pengecekan rutin armada dan peralatan.


“Kami juga mengantisipasi keterbatasan sumber air, karena di Klungkung belum tersedia hydrant khusus. Sumber air masih mengandalkan sungai,” jelasnya.


Sebagai langkah antisipasi cepat, masyarakat diminta segera melaporkan potensi bencana ke BPBD Klungkung melalui layanan darurat HALO BPBD di nomor (0366) 23000. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved