Kebakaran di Denpasar
Sisa Bakaran Bambu Tak Padam Sempurna, Bedeng dan Pelinggih di Denpasar Bali Ludes Terbakar
pengelola pembuangan puing bangunan tersebut, sempat membakar bambu kering di lokasi pada Jumat 17 April pagi hingga sore hari.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Ia kemudian bergegas naik ke area suci miliknya karena khawatir atap pelinggih yang terbuat dari ijuk tersulut api.
Sayangnya, meski telah berusaha menyiramkan air, api tetap menyambar bagian atap ijuk Pelinggih Kemulan, Taksu, dan Surya miliknya.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas ke pemukiman penduduk.
Api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar 30 menit kemudian.
Akibat kejadian ini, Samsul Hadi harus merelakan bangunan bedengnya beserta isinya yang meliputi empat buah ponsel merk Samsung.
Kemudian televisi merk Polytron, uang tunai Rp2.000.000, serta dokumen penting seperti KTP, STNK mobil, SIM B1, dan SIM C yang ludes terbakar.
Sementara itu, Gede Dana Yasa mengalami kerugian material sekitar Rp10.000.000 akibat kerusakan pada bangunan pelinggihnya.
"Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," ujar dia.
"Namun, kerugian material cukup signifikan. Saat ini, saksi Samsul Hadi telah kami amankan ke Mako Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kelalaian yang menyebabkan kebakaran ini," jabarnya.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dan menyarankan para korban untuk segera membuat laporan resmi guna proses hukum lebih lanjut.
Tim Inafis Polresta Denpasar juga telah dilibatkan untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sisa-Bakaran-Bambu-Tak-Padam-Sempurna-Bedeng-dan-Pelinggih-di-Denpasar-Bali-Ludes-Terbakar.jpg)