WN Australia Bawa Peluru Aktif ke Bali, Kediamannya Digeledah Petugas
Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kamis (27/10/2016), melimpahkan penyelidikan kasus penemuan 11 peluru kaliber aktif...
Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kamis (27/10/2016), melimpahkan penyelidikan kasus penemuan 11 peluru kaliber aktif, yang dibawa WN Australia bernama Vasidevan Rasiah (64).
Kasus ini kini masih terus didalami oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, menjelaskan pihaknya akan melakukan penggeledahan di kediaman Vasudevan di Banjarangkan, Klungkung.
Sehari pasca diamankan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, karena kedapatan membawa 5 butir peluru caliber 22 dan 6 peluru caliber 23, status WN Australia keturunan India itu masih sebagai saksi.
"Sementara masih kita tetapkan yang bersangkutan sebagai saksi karena masih dalam penyelidikan," ujar Kompol Reinhard.
Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan, Vasudevan mengaku bahwa belasan butir peluru tersebut adalah milik adik iparnya bernama Ruben, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat.
Vasudevan mengklaim bukti kepemilikan belasan peluru tersebut sudah dilengkapi dokumen resmi.
Belasan peluru aktif itu menurutnya bagian dari senjata api yang digunakan untuk latihan menembak di Australia.
“Dari pengakuannya begitu, peluru punya adiknya yang ada di Amerika Serikat dan masih kami dalami,” ungkap perwira asal Sumatera Utara ini.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah belasan peluru tersebut sudah sempat digunakan oleh Vasudevan.
Untuk mendalaminya, penyidik Polresta Denpasar telah bertolak ke kediaman Vasudevan di Banjarangkan, Klungkung.
Penyidik akan melakukan penggeledahan untuk mencari apakah ada senjata api tersimpan di kediaman Vasudevan.
"Kita sudah laksanakan penggeledahan seluruh isi rumah dan mobilnya di Klungkung, tapi tidak menemukan senjata api tersebut," kata Reinhard.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (26/10/2016), Vasudevan Raisah ditahan petugas keamanan Bandara Ngurah Rai.
Dari hasil pemeriksaan mesin Sinar-X, petugas menemukan 11 butir peluru dari dalam tasnya.
Rencananya siang itu, Vasudevan Rasiah akan berangkat ke Sri Langka dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menembak_20160214_131137.jpg)