Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Duh, Pengrajin Gula Aren di Desa Belimbing Terancam Punah karena Ini

Perbekel Desa Belimbing I Made Adi Suyana mengatakan minimnya regenerasi pembuat gula aren menjadi salah satunya tantangan dalam pelestarian usaha

Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Made Argawa
Pembuatan gula aren di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Pembuatan gula tersebut kini sedang terancam karena minimnya minat generasi muda menekuni dan tidak ada peremajaan pohon. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Minimnya minat generasi muda dalam menekuni usaha pembuatan gula aren di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali membuat usaha yang sudah menjadi aikon daerah tersebut terancam punah.

Perbekel Desa Belimbing  I Made Adi Suyana mengatakan minimnya regenerasi pembuat gula aren menjadi salah satunya tantangan dalam pelestarian usaha pembuatan gula yang pada umumnya disebut gula merah tersebut.

“Usaha pembuatan gula aren sudah turun-temurun di Desa Belimbing. Hal itu adalah pekerjaan sambilan dalam menanam kopi. Tapi, sekarang khususnya di Desa Belimbing hampir tidak ada generasi muda menjadi pengrajin gula aren, yang ada usianya rata-rata di atas 50 tahun,” katanya, (31/10/2016).

Dijelaskan Adi Suyana, selain regenerasi pembuat gula aren, di Desa Belimbing keberadaan pohon aren juga semakin sedikit dan tidak ada peremajaan pohon baru. Menurut Perbekel 48 tahun itu rata-rata setiap pengrajin yang jumlahnya mencapai tujuh orang di dua dusun yakni Dusun Pemudungan dan Belimbing Tegal memiliki lima hingga tujuh pohon.

“Peremajaan pohon juga tidak ada. Dulu saat belum mekar dengan Desa Karya Sari produksi gula aren bisa mencapai berton-ton perbulannya. Karena pengrajin gula aren memang banyak di Desa Karya Sari bahkan hamper 80 persen warganya,” ujarnya.

Untuk per kilogramnya harga gula aren Belimbing mencapai Rp 20 ribu.

Sedangkan di pasaran harga gula aren Belimbing  mencapai harga Rp 30 ribu lebih.

“Untuk di Desa Belimbing rata-rata penghasilan gula aren setiap bulannya mencapai 250 kg,” terangnya.

Seorang konsumen gula aren Wayan Donny, asal Desa Bongan menyebutkan, gula aren Belimbing memang memiliki ciri khas pada aromanya dan rasa maninya berbeda.

“Gula aren belimbing menjadi primadona di Pasar Tabanan dan Pasar Dauh Pala, harganya sekarang terus meningkat bahkan mencapai lebih dari Rp 30 ribu,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved