KUR Retail BRI Lampaui Target, Salurkan Rp 4,6 Triliun di Bali dan Nusra
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, telah melampaui target yang ditentukan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, telah melampaui target yang ditentukan.
Pemimpin Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Wilayah Denpasar, Dedi Sunardi, mengatakan pihaknya telah menyalurkan KUR hingga Rp 4,6 triliun.
Angka tersebut untuk penyaluran di wilayah Bali dan Nusa Tenggara selama Januari 2016 hingga Oktober 2016.
“Selama 2016 ini, target penyaluran KUR sebesar Rp 4,4 triliun di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, baik KUR mikro maupun KUR ritel,” jelas Dedi di Denpasar, Selasa (8/11/2016).
Berdasarkan data BRI Kanwil Denpasar, target debitur KUR mikro dan retail BRI selama 2016 sebanyak 197.000 dan jumlah plafon sebesar Rp 4,4 triliun.
“Untuk pencapaian debitur sekanwil periode Januari hingga Oktober 2016 sebanyak 215.000 dan plafon Rp 4,6 triliun. Realisasi di Bali untuk debitur sebanyak 99.000 dengan plafon Rp 2,4 triliun. Khusus KUR retail, pencapaiannya telah melampaui target. Target debitur KUR retail sekanwil 2.664 dengan target plafon Rp 532 miliar,” sebutnya.
Dedi mengatakan, program KUR dari pemerintah ini menjembatani masyarakat khususnya pelaku UKM yang belum bankable.
“Untuk KUR mikro, kami akan masuk lagi ke UKM yang belum berbank seperti pedagang dan petani yang biasanya kesulitan mengakses kredit. Inilah yang kami sasar dengan KUR. Mengingat sejauh ini nasabah KUR BRI cukup banyak di sektor pertanian dan perdagangan,” jelasnya.
Penyaluran KUR ini diharapkan dapat memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Terlebih mengingat kosentrasi KUR ditujukan pada masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan modal.
Berbagai upaya terus dilakukan dalam menyaluran KUR kepada masyarakat, di antaranya, grebek pasar, dan jemput bola.
Selain pencapaian penyaluran KUR di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sangat bagus, Rasio Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah BRI Kanwil Denpasar pun masih terjaga hingga saat ini.
“NPL kami untuk KUR di bawah 2 persen. Kami melihat jika ada yang menunggak, hal itu merupakan risiko bisnis yang dipengaruhi berbagai faktor seperti situasi pasar yang berubah, dan lain sebagainya,” terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-uang_20150820_133229.jpg)