Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menristekdikti Segera Urus Izin Operasi Motor Gesits Bikinan Anak Bangsa

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan grup Garasindo berhasil membuat sepeda motor yang menggunakan daya baterai Litihium Ion.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Irma Yudistirani
Infografis Tribun Bali/ Dwi S
Sepeda motor Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) buatan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan grup Garasindo. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan grup Garasindo berhasil membuat sepeda motor yang menggunakan daya baterai Litihium Ion.

Sepeda motor ini tangguh dipamerkan di Bali.

Motor ini diberi nama Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS).

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika telah melihatnya secara langsung dan pegawai negeri sipil (PNS) di Bali menggunakan sepeda motor listrik karya anak bangsa ini, di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (12/11/2016).

Spesifikasi, dan harganya bisa dilihat di sini.

Sementara, Menristekdikti, Prof M Nasir merencanakan motor yang 100 persen karya anak bangsa ini bakal diproduksi massal mulai pertengahan 2017 dan dipasarkan tahun 2018.

M Nasir mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah menteri terkait yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Lingkungan Hidup agar motor listrik Gesits bisa segera mendapatkan izin beroperasi dan bisa diproduksi secara massal.

"Khususnya di Kementerian Perindustrian segera melakukan sertifikasi atau standar nasional indonesia (SNI) terhadap material yang digunakan oleh motor Gesits ini. Kedua, di Kementerian Perhubungan kami harap segera memberikan sertifikat agar kendaraan itu bisa operasional di jalan. Tujuannya agar produk ini segera bisa diproduksi untuk Indonesia khususnya di tahun 2017," kata M Nasir, usai pertemuan di Wantilan DPRD Bali.

Ia menegaskan bahwa pada pertengahan 2017 nanti, pihaknya memastikan motor listrik ini bisa diproduksi sebanyak 50 ribu unit.

"Kalau tahap awal, di tahun 2017 ini kan sudah kapasitas produksi, kalau sudah full itu 100 ribu. Tapi kalau nanti ya maksimum 50 ribu di tahun 2017, maksimum karena di pertengahan tahun," katanya.

Nasir mengatakan, motor listrik Gesits dibuat melalui serangkaian penelitian yang dilanjutkan dengan uji coba lima kendaraan dari Jakarta ke Denpasar dengan menempuh waktu lima hari (7-12 November 2016) dan jarak kurang lebih 1.400 km.

Pasca uji coba, kata dia, akan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan sehingga skuter listrik ini dipastikan berkualitas dan mampu bersaing di pasaran.

Sebelumnya, Deputy Director Marketing and Communications Garasindo, Faby Tsui, juga membenarkan produksi massal Gesits akan dilakukan pada 2017 nanti.

Sampai akhir 2016, tim ITS masih akan merancang isi ulang baterainya agar bisa dijual bebas nantinya.

Jadi baterai yang sudah kosong bisa ditukar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved