Ajik Anom Tantang Tarung Jalanan
Dinilai Ekstrim, Undangan Tarung Bebas Gusti Anom Disambut Positif Petarung MMA, Tapi
Atlet beladiri yang juga petarung Mixed Martial Arts (MMA) nasional, Petrus Burdam, menyambut positif rencana I Gusti Made Anom menggelar invitasi
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Atlet beladiri yang juga petarung Mixed Martial Arts (MMA) nasional, Petrus Burdam, menyambut positif rencana I Gusti Made Anom menggelar invitasi tarung bebas di Tabanan.
Meski dinilai sebagai olahraga bela diri yang cukup ekstrim, namun apabila direncanakan matang dan ditangani secara profesional dengan melibatkan banyak elemen, invitasi tarung bebas itu bisa dikemas sebagai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas.
Baca: Fenomenal, Postingan Gusti Anom Ramai Komentar, ‘Bukti Semua Sahabatku Bermental Petarung’
Baca: Sudah Ada Pendaftar Tarung Bebas, Akun Gusti Anom Sebut Telorkan Bibit Petarung Andal
“Saya sering mengikuti tarung bebas seperti itu, kita benar-benar fight dengan tangan kosong tanpa sarung tinju dengan latar belakang bela diri apapun. Intinya rencana itu bagus, cuma perlu didiskusikan dan dimodifikasi secara baik dan benar,” ucap Petrus Burdam kepada Tribun Bali di Denpasar, Senin (14/11/2016).
Sebelumnya, Gusti Anom lewat akun Facebook-nya mengundang anggota ormas maupun pecinta olahraga beladiri untuk mengikuti tarung bebas atau tarung jalanan yang rencananya akan diadakannya di Tabanan dalam waktu dekat ini.
Dalam postingan yang menjadi viral itu, Gusti Anom mengatakan ajang tarung bebas ini sebagai wadah bagi para petarung sejati agar tidak berantem di jalanan.
Jika banyak pendaftar, disiapkan hadiah hingga Rp 10 juta.
Tarung bebas ini akan dihelat di Jero Pandak atau Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan.
Pria yang akrab disapa Ajik Anom ini menyebutkan, para petarung boleh menggunakan gaya apa saja.
Mulai dari membenturkan kepala, kuncian, pukulan hingga tendangan.
Namun, para petarung tidak boleh menggigit, menendang organ vital dan menendang tulang belakang lawannya.
Menurut Petrus Burdam, lewat invitasi yang digagas oleh Gusti Anom ini bisa melahirkan atlet-atlet tarung bebas, tarung derajat, atau petarung MMA untuk mewakili Bali di pentas nasional.
“Kalau pengalaman saya, tarung bebas konsepnya sederhana, menjunjung tinggi sportivitas dan bersaudara. Fight-nya benar-benar bebas, tetapi uniknya di sana tidak ada keributan,” ujar pria asal Papua yang sering mewakili Bali di ajang tarung bebas nasional ini.
Atlet sekaligus pengurus cabang olahraga muaythai Bali, John Seran, juga mengapresiasi rencana Gusti Anom menggelar pertandingan tarung bebas.
“Menurut saya bagus kalau ada yang gelar pertandingan olahraga bela diri. Daripada buat keributan di jalanan mendingan difasilitasi seperti itu, biar sah,” ucap John Seran, kemarin.
Baginya, penyelenggaraan tarung bebas meskipun dipromotori oleh individu dan bukan organisasi resmi, hal tersebut dinilainya sah-sah saja asalkan berizin dan mendapatkan restu dari pihak keamanan.
“Ya sepanjang izinnya jelas, tidak masalah,” katanya.
John menuturkan, invitasi yang direncanakan Gusti Anom hampir sama dengan One Pride Mixed Martial Arts (MMA), yang digagas oleh Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI).
Hanya sayangnya, di Bali komite ini masih belum terbentuk resmi, baik organisasi maupun kepengurusannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/made-anom_20161113_163829.jpg)