Tamu Redaksi Tribun Bali

Tiga Menteri Bakal Hadiri IPOC di Bali dengan 2.000 Peserta dari 36 Negara

Selain itu, sejumlah pakar ekonomi dan komoditas dunia ikut menjadi pembicara dalam konferensi yang dihadiri sekitar 2.000 peserta dari 36 negara.

Tiga Menteri Bakal Hadiri IPOC di Bali dengan 2.000 Peserta dari 36 Negara
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kunjungan Gapki ke Kantor Tribun Bali membicarakan IPOC 2016, Selasa (22/11/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 12th IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) and 2017 Price Outlook, di The Westin Resort Nusa Dua Bali, 23-25 November, rencananya bakal dihadiri tiga menteri.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, dijadwalkan hadir dan membuka penyelengaraan IPOC 2016.

Selain Darmin, sejumlah menteri memastikan kehadirannya dalam konferensi sawit terbesar di dunia ini.

Antara lain, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Menteri Agraria/ Kepala BPN, Sofyan Djalil, dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Selain itu, sejumlah pakar ekonomi dan komoditas dunia ikut menjadi pembicara dalam konferensi yang dihadiri sekitar 2.000 peserta dari 36 negara.

“Tahun ini kami mengambil tema Pengembangan Minyak Sawit: Harmonisasi Pasar, Masyarakat, dan Negara. Dari tema ini kita akan mendapatkan insight bagaimana pengelolaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang sesuai dengan tuntutan global yang semakin concern dengan isu-isu keberlanjutan,” kata Mona Surya, Chairperson IPOC 2016, dalam keterangan persnya yang diterima Tribun Bali, Selasa (22/11/2016).

Lanjutnya, Menko Perekonomian,  Darmin Nasution, akan menyampaikan sambutan pembuka dengan memaparkan arahan kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kelapa sawit nasional.

Ini karena peran industri minyak sawit yang semakin besar terhadap perekonomian nasional baik dalam hal sumbangan devisa ekspor, pengentasan kemiskinan, maupun penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, Menteri Agraria Sofyan Djalil, akan menyampaikan paparan terkait kebijakan tata ruang yang menjadi landasan pengembangan industri minyak sawit di Indonesia.

“Kami bersyukur karena jumlah peserta konferensi tahun ini telah melampaui peseta dalam IPOC sebelumnya. Isu-isu minyak sawit menjadi isu yang mendapat perhatian besar dari para pelaku usaha di seluruh dunia,” kata Mona yang juga CEO PT Minanga Ogan ini. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved