Mengharukan, Putri Bu Jero Ungkap Rasa Kehilangan Sang Ibu di Facebook
Suastana mengakui adiknya dan Misbah memang berhubungan dekat (pacaran), namun kedekatan itu diakuinya baru berumur beberapa minggu.
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kakak korban, Putu Suastana (46), bersyukur polisi sudah berhasil menangkap pelaku pembunuh adiknya.
Meski demikian, ia masih merasakan duka mendalam saat kembali datang ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, kemarin.
Baca: Sadis, Pak Kumis Ini Habisi Ibu Jero Usai Indehoi, Beralasan Kesal Terus Dimintai Uang

Ni Made Astini alias Bu Jero (44) semasa hidup
Baca: Mengenaskan, Kematian Bu Jero karena Tulang Rawan Gondok Patah
Siang itu ia terlihat berbincang serius dengan beberapa kerabat yang datang untuk membesuk saudarinya ke forensik sekitar pukul 12.00 Wita.
Suastana mengakui adiknya dan Misbah memang berhubungan dekat (pacaran), namun kedekatan itu diakuinya baru berumur beberapa minggu.
Ia juga menjelaskan keduanya memang tinggal bersama di kos yang merupakan lokasi pembunuhan.
"Pelaku mengaku cekcok sebelumnya tapi saya nggak tahu cekcok bagaimana dan masalahnya apa," ujar Suastana yang terlihat kelelahan dan kurang tidur hari itu.
Sementara anak korban, Anak Agung Kadek Nita, mengungkapkan rasa kehilangan sang ibu lewat akun Facebooknya.
Ia membuat status perasaan duka setelah mengetahui ibunya meninggal dengan cara tragis.
nasibku tak sebagus nasib kalian kawan
yang punya kluarga yang lengkap...
ibuku meninggal karna di bunuh dan itupun tdk layak ku lihat mayatnya ,
ku ingt wktu brcanda brsama , brantem layaknya anak dan ibuk ,
skrg itu tingl kenangan saja
ibu ita kangen ibu dan wik gung juga
knpa smwa ninggalin ita ,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pembunuhan-bu-jero-sadis_20161129_093700.jpg)